Saturday, August 20, 2011

Lailatul Qadar


Keutamaan Lailatul Qadar
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apa malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan (Al-Qadr:1-3)

Waktu Malam Lailatul Qadar
Lailatul Aadar itu berada pada sepuluh malam yang terakhir dari Bulan Ramadhan (HR.Ahmad, Al-Bukhari dan Abu Dawud)
Carilah ia (Lailatul Qadar) pada sepuluh malam yang terakhir dari Bulan Ramadhan (Muttafaqun Alaih)

Bangun dan berdoa pada malam Lailatul Qadar
”Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni”
Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan yang suka member ampunan, maka ampunilah aku (HR. At-Tarmidzi)

Barangsiapa bangun pada malam lailatul qadar karena dorongan iman dan mengharapkan pahala, maka diberikan ampunan baginya atas dosanya yang telah lalu (Muttafaqun Alaih)
~Banda Aceh, 20 Agustus 2011~

Thursday, August 11, 2011

Ramadhan Love Story


Satu waktu di bulan Ramadhan, saya pernah ‘terjebak’ diantara muslimah2 yang alhamdulillah mereka semua sudah menikah. Muslimah2 itu ada yang lebih tua dan ada yang lebih muda dari saya.
Saat itu ada yang bertanya tentang proses pernikahan mereka dan mengalirlah cerita2 dari mereka. Hm, banyak versi pastinya dan diantara cerita2 itu ada satu proses pernikahan seorang akhwat yang saya masih ingat sampe sekarang karena rada2 ga percaya waktu dengar ceritanya.
Akhwat itu (mungkin) ada niat untuk menikah tapi karena belum ada calon, jadinya belum tau pasti kapan akan menikah. Suatu hari si akhwat ini ditawari oleh guru ngajinya untuk berkenalan dengan seorang pemuda. Pemuda itu (kalo ga salah) adik guru ngajinya si akhwat yang pada saat itu sedang merantau di negeri orang. Pemuda itu berpesan pada kakaknya bahwa dia hanya punya waktu liburan seminggu untuk pulang ke Indonesia dan berharap dalam waktu seminggu itu bisa segera menikah.
Perhatikan kata2 itu..”seminggu” alias tujuh hari dimana pemuda itu ada calon yang ditawarkan oleh sang kakak, tapi masih belum tau apa bakal cocok atau tidak. Tapi dia berharap untuk bisa segera menggenapkan setengah diennya dalam rentang waktu yang singkat itu. Dalam pandangan orang2 mungkin ada yang menganggap pemuda itu kurang realistis. Mungkin ada yang berpikir bahwa harapan pemuda itu terlalu tinggi dan bakal sulit terealisasi dalam waktu sesingkat itu.
Tapi, yaa, begitulah. Keajaiban itu terjadi. Seperti yang kalian tahu endingnya, dalam waktu seminggu itu, saat sang pemuda balik ke Indonesia, si pemuda dan si akhwat ini berkenalan dan alhamdulillah mereka bisa saling menerima, juga mendapat restu dari orang tua dan akhirnya mereka menikah dan si akhwat ikut sang pemuda (yang telah menjadi suaminya) merantau. Saat bercerita itu, si akhwat sedang mengandung anak kedua, alhamdulillah. Moga berkah selalu pernikahan mereka. Amin.
Saya pribadi saat mendengar cerita ini merasa takjub sekaligus heran. “Jadi, cuma seminggu aja prosesnya?” Mbak itu bilang, “Iya, dari pertama kenalan, urusan ke KUA dan mempersiapkan acara pernikahan, alhamdulillah dilancarkan oleh Allah”. Ckckck, cuma seminggu lho prosesnya. Di zaman kayak giniii, alhamdulillah masih ada proses pernikahan yang mudah dan cepat kayak gitu, kirain cuma di zaman Rasulullah aja.
Subhanallah ya..hikmah apa yang bisa diambil dari cerita ini? Menurut saya, Insya Allah yang namanya jodoh, pasti bakal jumpa juga. Kalo dia masih jauh, Insya Allah akan didekatkan. Jika sudah dekat, Insya Allah akan sampai waktunya untuk bertemu. Trus, jika Allah memang menghendaki kemudahan apa saja bisa terjadi.
Kalo teringat2 proses pernikahan si akhwat ini, jadi sering senyum2 sendiri. Skenario Allah memang keren dan tidak terduga. Diatas semuanya, kembali lagi ke niat, mungkin niat mereka memang benar2 tulus dan ikhlas untuk menikah, untuk belajar menerima satu sama lain walaupun belum kenal sebelumnya. Yaa itulah kemudahan atas niat baik dan keikhlasan. Insya Allah, jika sudah jelas dan benar keinginan, akan terbukalah jalan.
.:Banda Aceh, 11 Agustus 2011:. 

Saturday, August 6, 2011

Tarbiyah Dzatiyah



Apa itu tarbiyah dzatiyah? tarbiyah itu berarti pembinaan. Sedangkan tarbiyah dzatiyah adalah suatu pembinaan yang kita lakukan terhadap diri kita sendiri atau bisa juga diartikan sebagai kesadaran diri kita sendiri untuk membina diri agar menjadi lebih baik.  

Kenapa tarbiyah dzatiyah penting? Dalam bukunya, penulis menyebutkan beberapa poin yang menyatakan bahwa melakukan tarbiyah dzatiyah itu penting bagi diri kita, karena:
Menjaga diri harus lebih didahulukan daripada menjaga orang lain
Sejalan dengan yang tersebut dalam QS At Tahrim ayat 6:
“Hai orang2 yang beriman, jagalah diri dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu”.
Perhatikan urutan dalam ayat ini, jaga diri kemudian baru keluarga. Ini menunjukkan bahwa menjaga diri sendiri harus lebih diutamakan, baru kemudian menjaga keluarga. Karenanya, tarbiyah dzatiyah itu penting.

Hisab di hari akhir bersifat individual
Ini berarti bahwa setiap orang kelak akan dimintai pertanggung jawabaan tentang diri dan segala perbuatannya (baik ataupun buruk) secara individual bukan kolektif.
“Dan setiap orang dari mereka akan datang kepada Allah sendiri-sendiri pada hari Kiamat” (QS. Maryam:95)
“Setiap orang dari kalian pasti diajak bicara Tuhannya, tanpa penerjemah antara dirinya dengan-Nya” (Muttafaq Alaih)
Menulis poin ini, jadi merenung, apa kabar saya nantinya di hari akhir? Semoga Allah memudahkan hisab saya dan kita semua di hari akhir. Amiin.

Lebih mampu mengadakan perubahan
Setiap kita pasti punya aib, kekurangan, kelalaian dan maksiat yang kita sendiri yang lebih tau. Dengan adanya tarbiyah dzatiyah, memberikan kesempatan bagi kita untuk introkpeksi dan berupaya untuk memperbaiki diri dan tidak mengulangi kesalahan yang pernah diperbuat.

Dibuku tersebut juga dijelaskan bagaimana kita melakukan tarbiyah dzatiyah, seperti melakukan muhasabah, bertaubat dari segala dosa, berdoa kepadaNya, menambah ilmu dan wawasan kita, dan lain-lain.

~di ambil dari buku Tarbiyah Dzatiyah karangan Abdullah bin Abdul Aziz Al-Aidan~
.:Banda Aceh, 5 Agustus 2011:.

Sunday, July 31, 2011

Sunnah Puasa

sunnah puasa



Sahur
  • Makan sahurlah, karena sesungguhnya makan sahur itu mengandung berkah (Muttafaqun Alaih),
  • Perbedaan antara puasa kita (umat Islam) dengan puasa ahlul kitab terletak pada makan sahur (HR. Muslim, Abu Dawud dan At-Tirmidzi),
  • Kami pernah makan sahur bersama Rasulullah SAW, lalu mengerjakan shalat. Lalu aku bertanya:  Berapa lama beda antara keduanya itu? Beliau menjawab: Lima puluh ayat (Muttafaqun Alaih),
  • Sahur adalah berkah. Karenanya, janganlah kalian meninggalkannya meski hanya dengan  meminum seteguk air. Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat atas orang-orang yang sahur (HR. Ibnu Majah),
  • Senikmat-nikmatnya sahur bagi orang mukmin adalah dengan beberapa butir kurma (HR. Abu Dawud)


Menyegerakan berbuka
  • Manusia senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa (Muttafaqun Alaih),
  • Apabila malam telah datang, siang telah berlalu dan matahari telah terbenam, maka orang yang berpuasa pun segera berbuka (Muttafaqun Alaih),
  • Apabila salah seorang di antara kalian berbuka, maka hendaklah ia berbuka dengan air. Karena sesungguhnya air itu suci (Hr. Abu Dawud & At-Tarmidzi)


Berdoa ketika berbuka
  • Ada tiga golongan yang doanya tidak akan ditolak, yaitu orang yang berpuasa sehingga berbuka, imam yang adil dan orang yang dizhalimi (HR. Tirmidzi)
  • Ya Allah, sesungguhnya dengan rahmatMu yang luas melebihi segala sesuatu; aku memohon kepada-Mu agar memberikan ampunan kepadaku (Al-Adzkar li An-Nawawi)

Keutamaan Puasa

keutamaan puasa

Puasa itu perisai. Apabila salah seorang di antara kalian berpuasa, hendaklah ia tidak berkata keji dan membodohi dia. Jika ada sseorang memerangi atau mengumpatnya, maka hendaklah ia mengatakan: Sesungguhnya aku sedang berpuasa. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya bau mulut yang keluar dari orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah daripada bau kesturi. Orang berpuasa itu meninggalkan makanan dan minumannya untuk diri-Ku (Allah). Maka puasa itu untuk diriKu dan Aku (Allah) sendiri yang akan memberikan pahala karenanya. Kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya (HR. Al-Bukhari)

Apabila datang bulan Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu surga dan ditutup pintu-pintu neraka serta semua setan dibelenggu (HR. Muslim)

Aku pernah mendatangi Rasulullah seraya berkata: Perintahkanlah kepadaku suatu amalan yang dapat memasukkan aku ke surga. Beliau menjawab: Hendaklah kamu berpuasa, karena puasa itu merupakan amalan yang tidak ada tandingannya. Kemudian aku mendatangi beliau untuk kedua kalinya dan beliau pun berkata dengan nasihat yang sama (HR. Ahmad, An-Nasa’i dan Al-Hakim)

Sesungguhnya surga itu mempunyai satu pintu yang disebut Babu Ar-Rayyan. Pada hari Kiamat nanti pintu tersebut akan bertanya: Di mana orang-orang yang berpuasa? Apabila yang terakhir dari mereka telah masuk, maka pintu itu pun akan tertutup (Muttafaqun Alaih)

Tidaklah seorang hamba berpuasa pada suatu hari di jalan Allah, melainkan dengan hari itu Allah akan menjauhkan api neraka dari wajahnya selama tujuh puluh musim (HR. Jamaah, kecuali Abu Dawud)

Berpuasa dan membaca Al-Qur’an akan memberikan syafa’at kepada seorang hamba pada Hari Kiamat kelak. Amalan puasanya akan berkata: Ya Allah, aku telah melarangnya dari makanan, minum dan nafsu syahwat pada siang hari, sehingga ia telah menitipkan syafa’at kepadaku. Sedangkan amalan membaca Al-Qur’an berkata: Aku telah melarangnya tidur pada malam hari, sehingga ia telah menitipkan syafa’at kepadaku didalamnya. Maka keduanya pun memberikan syafa’at (HR. Ahmad dengan sanad shahih)

Friday, July 29, 2011

Marhaban Ya Ramadhan

sumber

Marhaban Ya Ramadhan
Berharap ada cerita indah di bulan Ramadhan dan Syawal tahun ini
Kembali menjadi fitrah, menjadi hambaNya yang bertakwa
Insya Allah
.:Banda Aceh, 29 Juli 2011:.




Wednesday, July 20, 2011

Road to Setui

image
Siang itu agak terburu-buru ke Setui untuk memenuhi janji dengan seorang teman. Dalam perjalanan, secara tidak sengaja saya mengalami kecelakaan. Saat itu saya di lajur tengah dan menurut saya ga da salah jika saya bawa motor dengan kecepatan sedang. Tapi akibatnya ketika hilang konsentrasi, saya kurang memperhatikan jarak dengan kendaraan yang di depan yang tiba-tiba memelankan mobilnya karena mau belok.
Jadinya, walaupun udah mencoba untuk nge-rem tapi sudah terlambat dan saya menabrak mobil di depan saya. Saat itu saya melihat kaca sen sebelah kanan bagian belakang mobil itu pecah dan saya terjatuh ke kanan. Asli, shock banget waktu kejadian. Saya langsung bangun dan merasa-rasa apa ada bagian tubuh saya yang patah. Alhamdulillah ga separah itu, cuma terasa agak sakit di beberapa bagian.
Setelah itu mencoba untuk membangunkan motor saya yang udah jatuh, tapi ga kuat. Alhamdulillah ada yang nolongin. Saat itu pemilik mobil, seorang ibu, yang saya tabrak melihat keadaan mobilnya, dan ketika melihat saya langsung aja dia marah2. Wajar sih dia marah Karena saya ga sengaja nabrak mobil dia. Tapi, wajar juga sih saya ga sengaja nabrak mobil dia karena dia tiba2 memelankan mobilnya di lajur tengah. Kalau mau belok kiri kenapa ga dari lajur kiri aja ya? Kenapa dari lajur tengah?.
Tapi ya udahlah, saat kejadian saya yang merasa bersalah, jadi saya yang minta maaf. Tapi dia no comment dengan permintaan maaf saya dan menyuruh saya untuk melihat keadaan saya sendiri setelah kecelakaan. Ya baik juga sih dia, menunjukkan perhatian tapi dengan kata2 yang cukup kasar di telinga saya. Sayangnya, saya cuma bisa terdiam diperlakukan kayak gitu, down banget. Cuma bisa berharap kejadian ini ga terulang lagi, cukup sekali deh, jera. Mudah2an ke depan bisa lebih hati2 saat di jalan.
.:Banda Aceh, 18 Juli 2011:.

Saturday, July 16, 2011

The Power of FOCUS~!

image
Betapa pentingnya fokus dalam kehidupan. Reza M. Syarief dalam bukunya Life Excellent mengatakan bahwa pada Rukun Islam yang kelima, Haji, kita dapat mengambil pelajaran tentang fokus. Seperti ketika kita bertawaf, mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali, saat itu kita fokus mengelilingi satu titik yaitu Ka’bah. Mengenai pakaian ihram yang hanya satu warna yaitu putih, tidak warna warni, juga menunjukkan pada kata fokus. Kita juga melemparkan batu pada satu sasaran pada saat jumrah (Pakai ‘kita’, sebagai doa agar beneran bisa menunaikan ibadah haji, Amiiiiiiiin^^). Ketiga poin di atas menunjukkan pada satu kata, fokus.
Dalam bukunya, Reza menekankan pentingnya fokus dalam kehidupan. Setiap kita mempunyai kesempatan yang sama untuk berhasil. Jika masih ada yang belum mencapai keberhasilan, bisa jadi salah satu penyebabnya adalah kurang fokus. Semuanya dipikirkan, semuanya pengen dikerjakan, kerjaan yang satu belum selesai udah mengerjakan tugas lain. Akhirnya ga da pekerjaan yang beres.
Ingat lagi konsep fisika tentang Divergen dan Konvergen. Divergen itu menyebar dan konvergen itu mengumpul. Jika kita berbicara tentang fokus, kita bicara tentang konsep konvergen yaitu menuju ke satu titik. Dalam al-Qur’an disebutkan bahwa “Apabila kamu telah menyelesaikan satu pekerjaan, maka kerjakan yang berikutnya”. Ayat ini menyiratkan tentang fokus pada satu pekerjaan sebelum beralih ke pekerjaan berikutnya.

Some Advantages of Being FoCus
Seorang yang fokus akan mendapatkan apa yang disebut dengan quantum leap process yaitu mengalami suatu percepatan-percepatan dalam kehidupan. Misalnya, suatu proses untuk memahami suatu pelajaran harusnya dicapai dalam waktu 6 bulan, tapi dengan fokus, mungkin bisa tercapai dalam waktu 2 bulan.
Selain itu, manfaat yang lain adalah kita bisa mendapatkan outstanding achievement atau prestasi yang diatas rata-rata. Dengan fokus, kita akan mendapatkan hasil above the average. Misalnya, seorang outstanding mother adalah seorang ibu yang bisa mendidik anaknya secara optimal diatas rata2 kebanyakan orang tua lainnya.

How to be Focus?
Nah,sekarang bagaimana caranya agar bisa fokus? Masih pada referensi yang sama, Reza menyebutkan beberapa poin sebagai berikut:
1.    Find out your inner potential. Menemukan potensi dalam diri kita. Jadilah diri sendiri, jangan jadi orang lain. Setiap kita diciptakan dengan potensi unik masing2. Temukan potensi dalam diri kita dan fokuslah pada potensi tersebut. Contohnya, seorang introvert hendaknya melakukan pekerjaan yang sesuai dengan psikologinya sebagai introvert. Jika ia memaksakan diri untuk bekerja dibidang seorang extrovert maka sulit untuk berhasil.
2.   Overcome the Obstacle. Belajar untuk mengatasi kesulitan, dengan cara bertindak.
3.    Concentrate in one direction. Konsentrasi pada satu arah. Menjalankan peran kita sebaik mungkin. Reza mencontohkan, ketika kita adalah seorang pemimpin konsentrasilah pada bawahan. Ketika kita seorang suami konsentrasilah pada istri. Jika kita seorang istri konsentrasilah pada anak.
4.    Unity and Uniformity. Ketika ada kesatuan dan keseragaman kita akan merasa menjadi suatu keluarga besar.
5.    Silence Condition adalah kondisi dimana pikiran kita dalam keadaan relaks dan waspada.

Belajar fokus itu perlu, agar kita bisa menjadi pribadi yang lebih unggul dan mengalami percepatan2 dalam hidup kita. Tulisan ini sebenarnya benar2 nasehat buat diri saya sendiri, yang suka kurang fokus, tapi mudah2an ada manfaatnya juga buat pembaca.  
~really need to fokus~
.:Banda Aceh, 16 Juli 2011:.

Saturday, July 9, 2011

Wanita Jepang dan Pendidikan Anak

image
Ketika coba2 searching di Google dengan kata kunci “Wanita Jepang Mendidik Anak”, saya membaca beberapa tulisan yang menarik dan menginspirasi tentang perhatian wanita2 jepang terhadap pendidikan anaknya.
Sebagian besar wanita2 Jepang mempunyai kesadaran yang cukup tinggi terhadap tanggung jawabnya sebagai seorang istri dan ibu. Mereka sangat memperhatikan keluarganya, terutama pendidikan putra putrinya. Bangga menjalankan peran mereka sebagai pendidik utama bagi anak2 mereka. Mereka percaya bahwa pendidikan anak di rumah yang dilakukan oleh ibunya sendiri akan membawa hasil yang baik.
Di Jepang orang mempercayai bahwa seorang ibu seharusnya berpendidikan baik dan berpengetahuan cukup untuk bisa memenuhi tugasnya sebagai pendidik anak-anaknya. Bagi mereka, menjadi wanita karir memang baik dan penting tetapi berkarir untuk pendidikan dan masa depan anak-anaknya lebih penting. (sumber).
Sebagai tambahan, wanita Jepang menyadari bahwa mereka perlu untuk meletakkan pendidikan dasar pada masa-masa emas anak dan juga meletakkan dasar pendidikan karakter dan berperilaku sejak dini kepada anak-anaknya (sumber).
Setelah saya ingat2 lagi pengalaman tinggal di Fukui, baru saya mengerti mengapa salah seorang staf di divisi hubungan luar negeri di Universitas Fukui, memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya ketika dia akan menikah. Dan saya juga baru mengerti kenapa setiap sore ketika baru pulang dari kampus, saya melihat banyak anak-anak yang berkumpul di tempat bermain dekat apartemen selalu bersama ibunya.
Menjadi Ibu Rumah Tangga Professional dan Ibu Pendidik, hmm, itu yang dicontohkan oleh wanita Jepang. Akankah kita akan meneladani kebaikan yang dicontohkan oleh mereka? jika melihat kondisi masyarakat Indonesia, justru yang terjadi sebaliknya. Profesi Ibu Rumah Tangga (IRT) masih dianggap rendah. Menurut saya, ini menjadi tantangan tersendiri bagi para IRT di Indonesia untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa anak2 hasil didikan mereka lebih unggul dalam hal imtaq dan iptek. Selain anak2 itu mempunyai wawasan yang luas, mereka juga mempunyai akhlak yang mulia sehingga bisa menjadi teladan yang baik bagi anak2 lainnya. Sungguh, bukan tugas yang ringan ya untuk menjadi IRT.  
Jadi teringat dengan perkataan Pak Mario Teguh, “Saya merasa beruntung sekali jika mempunyai seorang ibu yang professor yang bisa mendidik saya dengan baik, daripada ibu professor yang mendidik anak orang lain sedangkan saya diserahkan pada orang lain yang akhlak dan tutur katanya tidak bertanggung jawab”. Di sini Pak Mario mengingatkan bahwa karir pertama bagi seorang wanita adalah keluarga.
Fenomena wanita Jepang dan pendapat diatas sejalan dalam pandangan Islam bahwa ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anak (sumber). Yang berarti bahwa baik atau tidaknya anak itu tergantung dari orang tua, terutama Ibu. Jika ibunya bisa mendidik dan menjadi teladan yang baik bagi anak2nya, Insya Allah anak2 itu akan mempunyai akhlak yang baik juga. Begitu juga sebaliknya. Mudah2an ada kesempatan bagi kita semua untuk meneladani kebaikan yang dimiliki oleh wanita2 Jepang itu. Amiin.  
.:Banda Aceh, 9 Juli 2011:.

Monday, July 4, 2011

Oomiai ni Tsuite*


Hm, bingung harus mulai darimana. Ceritanya saat pergi kondangan bersama seorang teman, kami terlibat pembicaraan tentang perjodohan. Maklumlah, namanya juga lagi di kondangan dan secara kami berdua masih berstatus single jadi topiknya ga jauh2 dari rencana masa depan.

Teman saya cerita kalo temannya berusaha jodohin dia dengan seorang cowok. Tetapi ketika cowok itu tahu bahwa teman saya udah s2, dia mundur. Cerita lain, dari teman yang sama juga, Ibunya bilang bahwa teman ayahnya berusaha untuk jodohin teman saya dengan seorang pemuda di kantornya, tapi akhir ceritanya juga sama. Lagi2 alasannya karena teman saya udah s2.

Teman saya ga habis pikir, kenapa cowok2 itu jadi batalin niatnya ya? apa salahnya dia yang udah s2. Curhat teman saya itu. Eit, bentar dulu ya, maksud teman saya ini, bukan berarti dia ngebet banget harus kenal sama cowok itu, dia hanya menyesalkan sikap cowok itu yang terlalu mempermasalah pendidikan teman saya. Sebenarnya kalo ga mu ribet, mikir aja cowok itu mundur, anggap aja belum jodoh. Insya Allah bakal datang yang lebih baik. Selesai.

Tapi, saya tetap kepikiran dan mempertanyakan, ada apa nih dengan para pemuda sekarang, kenapa mereka terlalu mempermasalahkan tingkat pendidikan? Memangnya kenapa kalau tingkat pendidikan muslimahnya lebih tinggi? Apakah kurang berkenan? Kenapa mereka tidak melihat kepada sisi agama nya saja? Huff, bingung. Karena menurut saya, teman saya tuh anaknya baik, ga pacaran, suka nolong teman, ga milih-milih dalam hal jodoh, termasuk high quality jomblo lah kalau saya bilang.

Kalo aja saya boleh kasih pengertian ke cowok-cowok itu, semestinya ga perlulah mereka seminder itu. Masalah tingginya gelar sekolah seorang muslimah, janganlah dijadikan alasan untuk takut. Itu kan sebenarnya masalah rizki. Jika ada muslimah yang udah duluan s2, memangnya kenapa? Itu ya rezeki dia, setelah s1 dapat kesempatan untuk kuliah lagi. Begitu juga para cowok yang setelah s1 lebih memilih untuk kerja, ya itu pilihan dan rezeki kalian. Apa mungkin cowok itu mengira karena teman saya udah s2, lantas menjadi tidak sekufu dengan dia? Kalo dia mikir gitu, mudah2an sih dia ngerti bahwa muslimah yang udah s2 ga selalu berpikir untuk harus punya pasangan yang udah s2 juga, ga selalu! Mungkin 1 diantara 1000 muslimah ada yang seperti itu, tapi teman saya tidak (promosi lagi nih).

Asumsi lain, apa mungkin cowok itu minder, kalo teman saya lebih tinggi gelar sekolahnya jadi bakal ga hormat sama pasangan? atau mungkin dia mikirnya, kalo udah s2, kesannya ga bisa diajak hidup sederhana kali yaaa...padahal ga semua muslimah seperti itu. Sebenarnya saya berharap kalo masih ada cowok2 yang minder atau apalah namanya, harapan saya setelah membaca tulisan ini, mereka lebih terbuka pandangannya dan mengubah paradigma berpikir mereka. Cobalah untuk lebih bijaksana dalam mengambil keputusan. Mudah2an tulisan ini ada manfaatnya.

*Oomiai ni Tsuite = Tentang Perjodohan
.:Banda Aceh, 4 Juli 2011:.

Thursday, June 30, 2011

Tentang Kebebasan Berekspresi di Internet

tentang kebebasan berekspresi


Tentang Kebebasan Berekspresi di Internet
RAHMI

Pendahuluan
Sekarang ini Internet merupakan trend media yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Penduduk Indonesia menggunakan internet untuk berbagai macam tujuan. Keberagaman ini disebabkan karena berbedanya latar belakang pendidikan, budaya dari pengguna internet di Indonesia dan juga karena tiap diri kita memang diciptakan mempunyai potensi yang berbeda dari segi pemahaman, pemikiran dan sebagainya, hal ini menyebabkan adanya keragaman dalam cara berekspresi melalui internet.
Berdasarkan pengalaman pribadi, kebebasan berekspresi di dunia maya telah dimulai sekitar satu dasawarsa yang lalu. Dimana pada saat itu, saya dan juga mungkin masyarakat mulai belajar untuk menggunakan e-mail, mengemukakan pemikiran mereka atau sharing ilmu melalui tulisan pada zona pribadi mereka masing-masing seperti pada blog atau memanfaatkan fasilitas jejaring sosial untuk berteman dan memperluas jaringan dengan cara berinteraksi satu sama lain.

Kebebasan Berekspresi Via Internet
Jika ditanya tentang kondisi kebebasan berekspresi masyarakat melalui internet pada masa sekarang ini, saya cenderung menjawabnya seperti dua sisi mata uang yang bertolak belakang, yaitu antara wajar dan tidak wajar.
JIka dilihat dari kacamata positif dimana masyarakat berekpresi dengan baik dan wajar di dunia maya, kita dapat melihat dengan gembira tentang semakin meningkatnya budaya menulis di kalangan pengguna internet. Hal ini tampak dari banyaknya blog-blog dengan berbagai macam tema. Dari blog pribadi, fotografi, pendidikan, parenting, web design, dan banyak lagi. Begitu juga adanya kesempatan bagi para pemuda(i) yang senang menulis untuk bisa menerbitkan buku secara online di Internet seperti yang disampaikan oleh Salsabeela dalam buku Linimas(s)a dengan judul The World is In Your Hand.
Dari sini terlihat bahwa masyarakat berekspresi dalam berbagai hal, dari sekedar narsis-narsis doang, menyalurkan hobi, berbagi tips dan trik tentang topik-topik tertentu, berbagi ilmu dan nasehat, konsultasi dan banyak lagi tentunya.
Selain itu, dalam tulisannya yang berjudul Sensitif terhadap Isu pada buku Linimas(s)a, Margiyono menyatakan bahwa menulis dan mempublikasikannya melalui blog merupakan salah satu contoh yang menunjukkan maraknya jurnalisme warga sekaligus menyatakan bahwa warga saat ini tidak hanya berperan sebagai konsumen informasi tetapi juga menjadi produsen informasi.
Ditambah lagi, Merry Magdalena yang telah berhasil mewujudkan sebuah situs sains dan teknologi dalam versi bahasa popular sehingga konsep sains dan teknologi menjadi lebih mudah dipahami oleh masyarakat awam. Cek di situs NetSains.Com ya. Pada kasus ini, dapat kita ketahui bahwa Merry mencoba berekpresi dan mewujudkan idenya melalui internet yang menurutnya merupakan teknologi yang paling memungkinan. Alasannya adalah karena media ini dapat diakses oleh siapa saja. Yang menarik adalah, dalam usahanya membangun situs NetSains tersebut, Merry sama sekali tidak mempunyai latar belakang ilmu di bidang sains dan teknologi. Namun berkat kekuatan relasi yang ia dapat dari profesinya sebagai jurnalis memungkinkannya untuk meminta tulisan dari pakar-pakar yang ahli di Sains dan IT. Selain itu juga, kita juga punya kesempatan yang sama untuk menjadi kontributor tulisan di situs ini sehingga bisa membangkitkan semangat menulis di kalangan pengguna internet. Hm, begitu inspiratif ya~! suatu kebebasan berekspresi yang patut dicontoh.
Okey, itu dibilang tulis menulis. Contoh lain, bagi seorang pekerja seperti tukang becak. Hm, ternyata mereka juga bisa berekpresi dengan baik dalam memanfaatkan media internet untuk menjadi tukang becak yang professional lho! ga percaya? Ini bisa dibuktikan dari pengalaman seorang Balsius Haryadi yang memilih profesi sebagai tukang becak. Dengan sedikit kemampuan Bahasa Inggris yang dimilikinya membuat dia berkesempatan untuk mempunyai langganan becak turis-turis mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Suatu ketika, seorang turis menyarankannya untuk membuat e-mail agar dapat mudah berkomunikasi dengan sang tukang becak jika ia kembali lagi ke Indonesia. Nah, ceritanya bermulai dari sejak berkenalan di dunia maya, ia kemudian mencari tahu dan mengikuti berbagai jejaring sosial serta memanfaatkannya untuk menawarkan jasa transportasi becak kepada teman-temannya di dunia maya. Hm, rada-rada unbelieveable waktu baca cerita ini, masa sih ada tukang becak yang promosi pekerjaannya melalui internet, sukses pula itu, but it’s real, based on the true story. Cerita lengkapnya baca di linimas(s)a ya, bisa diunduh di sini.
Sekarang lanjut ke pembahasan kebebasan berekspresi yang diluar batas kewajaran. Jika kita melihat dari segi tidak baiknya, kita jumpai bahwa saat ini ada pengguna internet yang mengekspresikan dirinya dalam ketidakbaikan seperti memperbanyak jumlah informasi negatif yang kurang bermanfaat, menyebarkan isu-isu SARA yang menyebabkan timbulnya kemarahan umat beragama yang satu terhadap umat beragama yang lain. Selain itu memfitnah atau menyebarkan berita-berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.   

Cara Memanage Diri
Nah, pertanyaannya sekarang bagaimana cara memanage diri kita sebagai pengguna internet agar tetap wajar dan santun dalam kebebasan berekspresi di di dunia maya dan terhindar dari sikap tidak wajar dalam berekpresi?
Well, yang pertama menurut saya setiap pengguna internet hendaknya mempunyai kesadaran pribadi tentang etika berekspresi yang baik di dunia maya. Mulailah dari diri sendiri karena perubahan selalu dapat dimulai dari diri sendiri (versi Salsabeela). Kesadaran beretika dalam hal ini akan membuat kita tetap menjaga adab dan nilai-nilai moral dalam berinteraksi dan berekspresi. Misalnya, ketika kita mengamati bahwa terdapat sekelompok orang yang bereaksi negatif terhadap suatu masalah, kita dapat mengambil sikap untuk tidak mengikuti ketidakbaikan tersebut. Contoh lain, jika kita seorang blogger yang mempunyai kesadaran tentang etika dalam berekspresi, maka kita akan berusaha untuk senantiasa menulis hal-hal yang bermanfaat, menghormati tulisan yang merupakan hasil pemikiran dan pendapat orang lain, serta menghindar untuk tidak reaktif terhadap masalah yang berhubungan SARA atau isu sensitif lainnya. Menurut Blontank Poer dalam artikel yang dimuat di Linimas(s)a yang berjudul Bercerita di Dunia Maya, memperhatikan persoalan etika di dunia maya hendaknya menjadi bahan pertimbangan bagi setiap pengguna internet. Seperti halnya kita dalam kehidupan nyata diharapkan dapat menjaga norma-norma dan etika, dalam kehidupan di dunia maya juga berlaku hal yang sama.
Yang kedua, mengutip salah satu tweet dari internet sehat yang pada intinya mengajak setiap pengguna internet untuk berpikir terlebih dahulu sebelum posting, karena apa yang telah diposting di internet akan terekam selamanya. Hm, sebuah tweet yang singkat, padat, jelas dan ngena banget ke batin saya. Pesan yang disampaikan melalui tweet internet sehat tersebut membuat saya sadar dan mulai belajar untuk lebih berhati-hati dan berpikir dua kali sebelum mengupdate status atau mempublish postingan. Contohnya, dalam pertemanan di jejaring sosial, merupakan hal yang lumrah jika kita saling memberikan komentar terhadap status teman, namun adakalanya komentar yang negatif bisa menjadi penyebab timbulnya keretakan dalam pertemanan. Karenanya, pikir-pikir dulu sebelum posting.
Yang ketiga, lagi-lagi tweet dari internet sehat yang begitu ngena di hati saya, jangan terlalu oversharing. Sikap berlebih-lebihan itu kurang baik, lebih baik memilih berada posisi yang pertengahan saja, sedang-sedang ajalah. Sikap oversharing bisa menyebabkan kurang terjaganya imej diri kita. Karena terlalu sering berbagi hal-hal yang bisa jadi kurang penting bagi orang lain. Contohnya, mengupdate status tentang kegiatan yang dilakukan sejak bangun tidur sampai tidur lagi. Hm, terlalu berlebihan dan tidak baik juga tentunya.
Mengambil istilahnya Nukman Luthfie dalam tulisannya yang berjudul Bermakna di Lautan Media Sosial, jika kita seorang creator yang berarti bahwa kita mempunyai website pribadi atau blog  yang rajin di update, maka menurut saya cara memanage diri yang keempat adalah berusaha untuk memperbanyak konten-konten positif di internet. Caranya bagaimana? dengan cara menulis hal-hal yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat kita. Agar apa yang kita tulis bisa menjadi ilmu yang bermanfaat bagi diri dan orang lain tentunya. Menulis itu bisa meringankan beban jiwa kita dan pembaca juga bisa mengambil hikmah dari tulisan kita. Mudah-mudahan dengan menulis hal yang bermanfaat bisa menjadi amal jariyah bagi kita. Hm, keren ya kalo bisa nulis hal yang bermanfaat. Ayo, semangat nulis dan berkarya melalui internet~!

Kesimpulan
Jadi, secara singkat dapat disimpulkan bahwa kebebasan berekspresi di dunia maya oleh pengguna internet di Indonesia dewasa ini diantara ekpresi wajar dan tidak wajar. Setiap pengguna internet hendaknya memperhatikan etika dalam berekspresi di dunia maya. Jangan sampai berekspresi diluar batas kewajaran sehingga bisa menimbulkan kerugian bagi diri sendiri dan orang lain. Caranya dengan mempunyai kesadaran pribadi tentang etika berekspresi yang baik di dunia maya, berpikir terlebih dahulu sebelum posting, jangan terlalu oversharing, dan berusaha untuk menulis hal-hal yang bermanfaat. Itu saja.

The 3rd Trimester: Doa-Doa untuk Meminta Keturunan yang Baik

Ini beberapa doa yang sering saya panjatkan ketika hamil. “rabbi innii nazartu laka maa fii batni muharraran fataqabbal minni, inn...