Showing posts with label Visit Aceh. Show all posts
Showing posts with label Visit Aceh. Show all posts

Sunday, May 25, 2014

Trip to Central Aceh

Dapat kesempatan untuk jadi enumerator pada suatu penelitian. Setelah training dan piloting selama tiga hari, kami peserta training dijadwalkan untuk melaksanakan survey ke berbagai kabupaten/kota di Propinsi Aceh. Tim saya dijadwalkan ke daerah Aceh Tengah dan Bener Meriah selama empat hari.

Jalan-Jalan
Disela-sela waktu survey, sempatin juga singgah ke Danau Laut Tawar. Pertama kali melihat danau ini dari jendela kamar penginapan dan pemandangannya memukau. Ketika sampai ke danau laut tawar, pemandangannya lebih memukau. Sayank sekali apa yang kita lihat tidak seindah yang terabadikan di camdig :D. Tapi yang pasti bersyukur banget bisa datang ke danau ini. Pemandangannya mirip pemandangan di New Zealand, lebih bagus malah *semacam pernah ke NZ aja*, tapi memang pemandangannya keren banget
pemandangan dari kamar penginapan Wisma Harapan Jaya
pemandangan Danau Laut Tawar


Wisata Kuliner
Yang pasti sempat-sempatin untuk wisata kuliner juga, paling makan mie ajah. Kayak gini.
Mie Arang yang dimasak pake Arang

Mie Bakso Mitra

Monday, March 31, 2014

Trip to Sabang



Sabang, sebuah pulau mempesona yang letaknya dekat dengan Banda Aceh. Long Weekend lalu saya gunakan untuk jalan-jalan ke Sabang. Perjalanan dimulai pada tanggal 29 Maret 2014 siang, saya dan seorang teman, Ulya, menuju ke pelabuhan Ulele. Setelah menunaikan shalat jamak taqdim zuhur dan ashar, kami mulai mengantri tiket. Sesuai jadwal, direncanakan kapal akan tiba pukul 16.00, namun ternyata kapalnyanya terlambat, yang mengakibatkan kami mulai berangkat ke Sabang pada pukul 18.00 wib. Alhamdulillah perjalanan lancar, lautan begitu tenang diiringi pemandangan sunset yang menakjubkan J. Tiba di pelabuhan Sabang, Balohan, pada pukul 20.00. Telah menanti teman yang lain, Risna, yang menjemput kami dan sekaligus sebagai guide selama kami di Sabang.

Iboih

Saya melihat jam Casio kesayangan, dan waktu menunjukkan pukul 20.47 ketika kami memulai perjalanan ke Iboih. Saat dalam perjalanan baru saya sadari bahwa medan yang kami lalui saat menuju ke Iboih itu lumayan berat. Banyak tikungan-tikungan patah dan jalan yang lumayan menanjak. Ditambah lagi sempat saya dan Ulya yang ketinggalan rombongan teman-teman lain saat sedang melalui hutan gelap gulita itu. Sungguh, saya berharap pengalaman tersebut cukup sekali saja. JIka ada kesempatan lain, pengennya mulai jalan saat hari masih terang. Perjalanan tersebut memakan waktu sekitar satu jam karena kami membawa kendaraan dengan kecepatan  sedang. Sekitar pukul 22.00 kami singgah di sebuah toko untuk membeli minum dan lima menit kemudian kami sudah sampai di Iboih.     

Erick Green House



Menapak kaki di Iboih, Risna segera mengkonfirmasi pemilik penginapan bahwa kami baru saja tiba. Awalnya kami memesan dua kamar, namun pada akhirnya yang tersedia cuma satu kamar untuk kami bertujuh. Diambil positifnya saja bahwa kami bisa menghemat biaya penginapan^^. Erick Green House ini didisain eco-friendly. Pembangunannya disesuaikan dengan kondisi alam Iboih. Lokasi penginapan ini sangat strategis, ketika membuka pintu menuju balkon kita disuguhi pemandangan laut dan pulau rubiah yang sangat indah.

Sunrise di Iboih
Minggu 30 Maret 2014. Terus terang ga terlalu bisa tidur nyenyak juga karena kepikiran belum nge-charge hp. Akhirnya tengah malam bela-belain bangun untuk ngecharge hp dan finally subuh tiba, siap-siap untuk hunting sunrise dari balkon kamar. Dan beneran aja, pemandangannya bagus banget.

Keliling Pulau Rubiah
Masyarakat dan para turis sudah mulai banyak yang beraktifitas ketika kami keluar dari penginapan. Sasaran pertama adalah sarapan, dengan Rp. 15.000,-/porsi udah dapat sepiring nasi gurih dan tengah hangat. Selesai sarapan, segera kami menyewa pelampung dan kacamata renang, dimana harga per item nya adalah Rp. 15.000,-/item. Segera setelah itu kami menyewa boat kaca untuk mengelilingi pulau rubiah yang harga sewanya rp. 350.000,-. Kami menyewa boat kaca agar dapat melihat pemandangan dibawah laut. Sempat terlihat bintang laut dan beberapa jenis ikan. Selain itu kami juga sempat melihat karang batik. Istilah yang digunakan oleh penduduk lokal untuk menggambarkan keindahan karang laut yang mirip dengan motif batik.

Swimming and Snorkeling
Ditengah perjalanan, kami berhenti disuatu dermaga yang terhubung dengan kafe-kafe. Melewati kafe tersebut kami mulai berjalan kaki dan mencari lokasi untuk aktifitas berenang dan snorkeling. Ups, benarkah berenang dan snorkeling? Ternyata tidak juga. Karena pada akhirnya cuma sekedar mandi laut biasa, itupun ada cerita terkena karang pula di kaki dan pergelangan tangan. Harus diakui, sudah lama sekali saya ga mandi laut. Namun, karena penasaran juga dengan pelampung dan kacamata renang yang telah kami sewa, saya mulai belajar renang dan snorkeling juga. Belajar ecek-ecek karena cepat panik saat udah di tengah lautan.

0 Km
Selesai aktifitas laut, segera bersiap-siap untuk check out. Oya, biaya penginapan di Erick Green House untuk kamar yang memakai kipas angin yaitu Rp 400.000,-. Karena kami patungan berenam, jadinya lebih murah lagiJ. Segera kami belanja dan foto-foto dan menuju km 0. Jarak Iboih ke Km 0 sekitar 23 km dan medannya kurang lebih sama dengan perjalan dari Kota Sabang ke Iboih. Sempat-sempatin foto di Km 0 dan makan siang indomie dan teh dingin dengan Rp. 17.000,- per porsinya. Waktu pulang terlihat banyak turis asing yang menuju ke tempat ini.


Kota Sabang
Dari 0 km, kami menuju ke Kota Sabang. Ga terlalu ingat juga berapa lama waktu tempuhnya. Tapi sekitar 1 jam perjalanan. Sesampai di Kota Sabang kami singgah di Sabang Fair untuk menikmati pemandangan lautan lepas dengan pulau-pulaunya. Magrib tiba, kami menuju Mesjid Raya Sabang untuk Shalat Magrib berjamaah. Segera setelah itu kami menuju Wisma Cempaka untuk meletakkan barang-barang dan keluar lagi untuk berwisata kuliner. Niat hati ingin makan sate gurita atau mie jalak atau makanan lain khas Sabang. Namun, ternyata belum rezeki kami untuk menikmati makanan tersebut. Setelah singgah di beberapa tempat, makanan yang kami inginkan sudah habis. Akhirnya, kami makan ditempat makan biasa dengan menu biasa pulaJ. Segera setelah itu juga mulai hunting barang khas sabang.

Wisma Cempaka
31 Maret 2014. Pagi-pagi segera check out dari Wisma Cempaka. Karena ada beberapa tempat yang ingin dikunjungi sebelum menuju ke Balohan. Oya, Wisma Cempaka ini termasuk penginapan yang rekomended laa. Kami sewa kamar yang ber-AC dengan biaya Rp. 180.000,-/malam. Murah bangetkan. Apalagi fasilitas yang didapat yaitu double bed, kamar mandi dalam kamar, ada TV kabel, dan lemari. Cukup bagus untuk dijadikan pilihan jika menginap di Kota Sabang. Tapi sayang sekali saya lupa untuk mengabadikannya di kamera.

Taman Kota
Keluar dari Wisma Cempaka, kami segera menuju taman didepan kantor walikota sabang. Taman cantik dengan, lagi-lagi, pemandangan laut didepannya.

Sumur Tiga
Singgah di Sumur Tiga, dan begitu terpesona dengan keindahan pasir putih dan kejernihan lautnya. Insha Allah kalo ada kesempatan ke Sabang lagi, pengen nginap di daerah dekat Sumur Tiga.

Benteng Jepang
Tujuan terakhir yaitu singgah ke Benteng Jepang. Benteng ini terletak didataran tinggi. Untuk menuju ke sini harus menaiki anak tangga yang banyak. Terasa banget olahraganya. Dari Benteng ini bisa melihat lautan lepas. Jika hari cerah, pemandangan lautnya indah sekali, kata seorang teman. Dan deburan ombaknya bisa mencapai tempat kita berdiri. Ngeri juga ya. Namun, saat kami datang cuaca tidak terlalu cerah dan laut pun begitu tenang. Sampai-sampai kami bisa melihat bintang laut dengan jelas.

Balohan

Akhirnya, setelah singgah sana sini, sampai juga ke Balohan dan segera antri motor ke Kapal. Dan berangkat ke Banda pada pukul 14.00 dan tiba di Banda Aceh pukul 15.30 dengan kondisi ombak yang agak besar saat dalam perjalanan. Bagaimanapun, alhamdulillah bisa sampe rumah lagi dengan selamatJ.

Sunday, November 11, 2012

Coffee 'n Food Festival




Mudah2an belum terlalu terlambat untuk nge-update event ini. Coffee and Food Festival Banda Aceh 2012. Pada festival ini dapat kita temui berbagai macam stand kopi dan makanan khas Aceh. Beberapa stand kopi yang ada di situ yaitu Kopi Ulee Kareng, Warkop Blang Padang Café, Gayo Cuppers .., Kedai K, Bergendaal Koffie, Mahli Top Kupi, dll. Adapun stand makanannya ada Mie Aceh Simpang Lima, Poeloeut Bakar Ulee Lheue, Martabak …, dll.
Acara ini berlangsung dari 31 oktober 2012-4 nopember 2012 dengan berbagai macam agenda menarik seperti Demo Masak Ala Aceh, Musik Jazz, Akustik dan Tarian Aceh. Karena saya dkk datang ke event ini cuma sehari aja, kami cuma bisa lihat demo masak aja (lebih tepatnya sih mendengar, karena kami pada sibuk makan, hehe).
Niat datang ke acara ini sih untuk wisata kuliner tentunya. Walopun temanya kopi, saya cuma pesan Hot Chocolate di One 4 Chocolate dan makan Roti Sosis ala Stand Kebab Turki dan Mie Aceh Simpang Lima. Lumayan full juga makan dua menu tersebut (informasi yang ga penting =D). Sebenarnya pengen lanjut makan lagi martabak telor dan martabak manis =D…tapiiii karena buru2 ada agenda lain jadinya ga kesampaian.








Monday, October 29, 2012

Kuliner Aceh #1

Ga terasa udah sebulan aja ga update blog. Di postingan kali ini, saya pengen sharing tentang salah satu tempat kuliner favorit saya.

Hm, dari dulu saya suka makan b*ks*, tapi karena sesuatu hal, saat ini saya lebih memilih untuk mencari alternatif kuliner yang masi ga jauh2 dari mie tapi lebih amanlah untuk dikonsumsi (menurut saya). Dan pilihan saya jatuh ke Mie Ayam ala Mutiara yang lokasinya di depan Mesjid Raya Baiturrahman. 


Mie Ayam

Selain Mie Ayam, Mie Pangsit juga bisa menjadi pilihan. Biasanya saya suka datang ke Ramayana yang lokasinya di Simpang BPKP Lampineng atau juga Flamboyan yang didaerah Peurada.




Mie Pangsit

Dari segi harga, tempat2 ini menjual makanan dengan harga yang terjangkau. Dari segi kenyamanan tempat juga mendukung, lokasinya strategis dan kebersihannya terjaga. Dan yang paling utama, dari segi rasa, tentu saja harus diakui bahwa makanan yang disajikan itu enak (menurut saya) dan hal ini dapat dilihat dari ramainya orang2 yang datang untuk berwisata kuliner di tempat2 ini. ini salah satu tempat kuliner favoritku, dimana tempat kuliner favoritmu? :)

Wednesday, May 2, 2012

Aceh Traditional Dance Performance~!

Celebrating the 16th anniversary of Sanggar Seni Seulawet and the World Dance Day, The College Students from IAIN Ar-Raniry held an event named Pi-AGAM (Piasan Aneuk Galak Meuseni). In this event, Acehnese enjoy the performance of Aceh traditional dance, such as Ranub Lam Puan, Likok Pulo, Rapai Geleng, Ratoh Jaroe, and many more…I came there for watching the liqok pulo performance, I haven’t seen this dance in years. Liqok pulo is an amazing dance and very well known in Indonesia even in the world.
liqok pulo performance

This event was held in Unsyiah Tugu Field, it’s free so that everybody could come and enjoy the event. I came with my sista and my neighbours, we just walk to the location bcoz it’s not really far from our houses. Unfortunately, we can’t follow the whole event bcoz we have to return home b4 midnite. But, it’s not a problem for us though, we love it.

Saturday, April 28, 2012

Kabut di Kotaku

ceritanya minggu lalu ada fenomena alam yang ga biasa di tempat tinggal saya
daerah Darussalam diselimuti kabut yang lumayan merata
karena jarang nge-lihat suasana yang kayak gini jadinya saya abadikan aja..ini fotonya


ini suasana sore tanpa kabut


Sunday, December 11, 2011

Resep Masakan Asam Keu’eng



Bahan:
250 gram ikan / udang
1 butir jeruk nipis, ambil airnya
½ sdt garam

Haluskan:
4 butir bawang merah
4 siung bawang putih
2 cm kunyit
6 buah asam sunti
5 buah cabai merah
Garam secukupnya

4 buah belimbing sayur, belah dua
5 buah cabai hijau, potong-potong bulat
5 lembar daun jeruk
400 ml air
½ sdt penyedap (bila suka)

Cara Membuat:
Bersihkan udang/ikan, aduk dengan jeruk nipis dan garam. Diamkan sejenak.
Campur ikan/udang dengan bumbu yang dihaluskan. Masak sampai ikan/udang berubah warna. Tambahkan belimbing sayur, cabai hijau, daun jeruk. Aduk rata.
Beri air dan penyedap. Masak sampai ikan/udang matang dan bumbu meresap. Angkat.

Saturday, December 10, 2011

Aceh’s Coffee Festival




Latar belakang diadakan festival ini karena memang Aceh terkenal dengan kopinya yang nikmat dan Pemda Aceh ingin memperkenalkannya kepada orang luar. “Kopi Aceh untuk Dunia” itulah slogan yang diangkat pada Festival Kopi Aceh ini.



secangkir kopi gratis


Banyak acara yang ditawarkan, seperti 3000 cangkir kopi gratis, trus stand2 produsen kopi lokal, selain itu kuliner aceh lainnya dapat juga kita temukan di acara ini. Pada stand kopi lokal Aceh akan kita dapati produk2 kopi olahan mereka, selain itu kita bisa dapat berbagai info tentang kopi. 
biji kopi

bunga kopi

luwak arabica gayo


Aceh Tsunami Museum



Museum Aceh ini udah lama ya dibangunnya, tapi saya baru main ke tempat ini nopember 2011 yang lalu. Bener2 warga Aceh yang baiklah saya ini^^. Padahal orang luar Aceh, lumayan banyak juga yang udah main ke tempat ini..

Baiklah, mulai dari design bangunannya, Museum Tsunami ini berbentuk Kapal Apung, arisekturnya adalah seorang Dosen ITB yang memenangkan kompetisi design Museum Tsunami Aceh, seingat saya pemenangnya mendapat uang 100 juta rupiah~!, keren ya, harga dari sebuah karya cipta.
Kembali ke Museum Tsunami yang berbentuk Kapal Apung, pastinya design ini terilhami dari Kejadian Tsunami Aceh, dimana pada saat itu, Kapal Apung yang beratnya berton-ton itu bisa dibawa oleh arus gelombang laut yang begitu cepat sehingga berpindah lokasinya sekitar beberapa kilometer dari tempat semula.
Nah, bentuk museum yang unik ini, diperkaya dengan ukiran atau ornament khas Aceh seperti ini.


Dibagian luar museum akan kita dapati restoran dan kafe juga mushalla, setelah itu di bagian dalam lantai satunya, terdapat kolam besar yang dikelilingi oleh batu2 bulat yang bertuliskan ‘sesuatu’. Pemandangan kolam itu begitu menyejukkan, tapi yang agak disayankkan, airnya kolam itu sudah tidak terlalu jernih lagi, sepertinya harus dipertimbangkan untuk dibersihkan^^.





Sunrise Scenery


Pernah ga main2 ke laut di waktu pagi? Bagi yang tinggal di dekat laut, pastinya sering yaa..Nah, saya pernah berkesempatan jalan2 pagi ke arah Pelabuhan Mala Hayati, yang otomatis melewati laut Aceh yang cantik dan menikmati pemandangan paginya. 








Krueng Aceh


Niat datang ke tempat ini untuk ngambil foto yang bagus untuk diikutsertakan pada Lomba Foto, tapi karena saya banyak malesnya, ga jadi deh ikutan lomba. Dan foto2nya cuma buat koleksi pribadi aja.
Krueng berarti Sungai, jadi Krueng Aceh itu maksudnya Sungai Aceh. Tempat ini (depan Bank Indonesia dan Kantor Polisi) bisa menjadi salah satu tempat menarik untuk dikunjungi karena ditepi sungainya itu ada taman bunga, terus ada tempat untuk menikmati pemandangan sungai dan kota banda Aceh. Ini beberapa foto yang saya ambil.





The 3rd Trimester: Doa-Doa untuk Meminta Keturunan yang Baik

Ini beberapa doa yang sering saya panjatkan ketika hamil. “rabbi innii nazartu laka maa fii batni muharraran fataqabbal minni, inn...