Thursday, June 30, 2011

Tentang Kebebasan Berekspresi di Internet

tentang kebebasan berekspresi


Tentang Kebebasan Berekspresi di Internet
RAHMI

Pendahuluan
Sekarang ini Internet merupakan trend media yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Penduduk Indonesia menggunakan internet untuk berbagai macam tujuan. Keberagaman ini disebabkan karena berbedanya latar belakang pendidikan, budaya dari pengguna internet di Indonesia dan juga karena tiap diri kita memang diciptakan mempunyai potensi yang berbeda dari segi pemahaman, pemikiran dan sebagainya, hal ini menyebabkan adanya keragaman dalam cara berekspresi melalui internet.
Berdasarkan pengalaman pribadi, kebebasan berekspresi di dunia maya telah dimulai sekitar satu dasawarsa yang lalu. Dimana pada saat itu, saya dan juga mungkin masyarakat mulai belajar untuk menggunakan e-mail, mengemukakan pemikiran mereka atau sharing ilmu melalui tulisan pada zona pribadi mereka masing-masing seperti pada blog atau memanfaatkan fasilitas jejaring sosial untuk berteman dan memperluas jaringan dengan cara berinteraksi satu sama lain.

Kebebasan Berekspresi Via Internet
Jika ditanya tentang kondisi kebebasan berekspresi masyarakat melalui internet pada masa sekarang ini, saya cenderung menjawabnya seperti dua sisi mata uang yang bertolak belakang, yaitu antara wajar dan tidak wajar.
JIka dilihat dari kacamata positif dimana masyarakat berekpresi dengan baik dan wajar di dunia maya, kita dapat melihat dengan gembira tentang semakin meningkatnya budaya menulis di kalangan pengguna internet. Hal ini tampak dari banyaknya blog-blog dengan berbagai macam tema. Dari blog pribadi, fotografi, pendidikan, parenting, web design, dan banyak lagi. Begitu juga adanya kesempatan bagi para pemuda(i) yang senang menulis untuk bisa menerbitkan buku secara online di Internet seperti yang disampaikan oleh Salsabeela dalam buku Linimas(s)a dengan judul The World is In Your Hand.
Dari sini terlihat bahwa masyarakat berekspresi dalam berbagai hal, dari sekedar narsis-narsis doang, menyalurkan hobi, berbagi tips dan trik tentang topik-topik tertentu, berbagi ilmu dan nasehat, konsultasi dan banyak lagi tentunya.
Selain itu, dalam tulisannya yang berjudul Sensitif terhadap Isu pada buku Linimas(s)a, Margiyono menyatakan bahwa menulis dan mempublikasikannya melalui blog merupakan salah satu contoh yang menunjukkan maraknya jurnalisme warga sekaligus menyatakan bahwa warga saat ini tidak hanya berperan sebagai konsumen informasi tetapi juga menjadi produsen informasi.
Ditambah lagi, Merry Magdalena yang telah berhasil mewujudkan sebuah situs sains dan teknologi dalam versi bahasa popular sehingga konsep sains dan teknologi menjadi lebih mudah dipahami oleh masyarakat awam. Cek di situs NetSains.Com ya. Pada kasus ini, dapat kita ketahui bahwa Merry mencoba berekpresi dan mewujudkan idenya melalui internet yang menurutnya merupakan teknologi yang paling memungkinan. Alasannya adalah karena media ini dapat diakses oleh siapa saja. Yang menarik adalah, dalam usahanya membangun situs NetSains tersebut, Merry sama sekali tidak mempunyai latar belakang ilmu di bidang sains dan teknologi. Namun berkat kekuatan relasi yang ia dapat dari profesinya sebagai jurnalis memungkinkannya untuk meminta tulisan dari pakar-pakar yang ahli di Sains dan IT. Selain itu juga, kita juga punya kesempatan yang sama untuk menjadi kontributor tulisan di situs ini sehingga bisa membangkitkan semangat menulis di kalangan pengguna internet. Hm, begitu inspiratif ya~! suatu kebebasan berekspresi yang patut dicontoh.
Okey, itu dibilang tulis menulis. Contoh lain, bagi seorang pekerja seperti tukang becak. Hm, ternyata mereka juga bisa berekpresi dengan baik dalam memanfaatkan media internet untuk menjadi tukang becak yang professional lho! ga percaya? Ini bisa dibuktikan dari pengalaman seorang Balsius Haryadi yang memilih profesi sebagai tukang becak. Dengan sedikit kemampuan Bahasa Inggris yang dimilikinya membuat dia berkesempatan untuk mempunyai langganan becak turis-turis mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Suatu ketika, seorang turis menyarankannya untuk membuat e-mail agar dapat mudah berkomunikasi dengan sang tukang becak jika ia kembali lagi ke Indonesia. Nah, ceritanya bermulai dari sejak berkenalan di dunia maya, ia kemudian mencari tahu dan mengikuti berbagai jejaring sosial serta memanfaatkannya untuk menawarkan jasa transportasi becak kepada teman-temannya di dunia maya. Hm, rada-rada unbelieveable waktu baca cerita ini, masa sih ada tukang becak yang promosi pekerjaannya melalui internet, sukses pula itu, but it’s real, based on the true story. Cerita lengkapnya baca di linimas(s)a ya, bisa diunduh di sini.
Sekarang lanjut ke pembahasan kebebasan berekspresi yang diluar batas kewajaran. Jika kita melihat dari segi tidak baiknya, kita jumpai bahwa saat ini ada pengguna internet yang mengekspresikan dirinya dalam ketidakbaikan seperti memperbanyak jumlah informasi negatif yang kurang bermanfaat, menyebarkan isu-isu SARA yang menyebabkan timbulnya kemarahan umat beragama yang satu terhadap umat beragama yang lain. Selain itu memfitnah atau menyebarkan berita-berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.   

Cara Memanage Diri
Nah, pertanyaannya sekarang bagaimana cara memanage diri kita sebagai pengguna internet agar tetap wajar dan santun dalam kebebasan berekspresi di di dunia maya dan terhindar dari sikap tidak wajar dalam berekpresi?
Well, yang pertama menurut saya setiap pengguna internet hendaknya mempunyai kesadaran pribadi tentang etika berekspresi yang baik di dunia maya. Mulailah dari diri sendiri karena perubahan selalu dapat dimulai dari diri sendiri (versi Salsabeela). Kesadaran beretika dalam hal ini akan membuat kita tetap menjaga adab dan nilai-nilai moral dalam berinteraksi dan berekspresi. Misalnya, ketika kita mengamati bahwa terdapat sekelompok orang yang bereaksi negatif terhadap suatu masalah, kita dapat mengambil sikap untuk tidak mengikuti ketidakbaikan tersebut. Contoh lain, jika kita seorang blogger yang mempunyai kesadaran tentang etika dalam berekspresi, maka kita akan berusaha untuk senantiasa menulis hal-hal yang bermanfaat, menghormati tulisan yang merupakan hasil pemikiran dan pendapat orang lain, serta menghindar untuk tidak reaktif terhadap masalah yang berhubungan SARA atau isu sensitif lainnya. Menurut Blontank Poer dalam artikel yang dimuat di Linimas(s)a yang berjudul Bercerita di Dunia Maya, memperhatikan persoalan etika di dunia maya hendaknya menjadi bahan pertimbangan bagi setiap pengguna internet. Seperti halnya kita dalam kehidupan nyata diharapkan dapat menjaga norma-norma dan etika, dalam kehidupan di dunia maya juga berlaku hal yang sama.
Yang kedua, mengutip salah satu tweet dari internet sehat yang pada intinya mengajak setiap pengguna internet untuk berpikir terlebih dahulu sebelum posting, karena apa yang telah diposting di internet akan terekam selamanya. Hm, sebuah tweet yang singkat, padat, jelas dan ngena banget ke batin saya. Pesan yang disampaikan melalui tweet internet sehat tersebut membuat saya sadar dan mulai belajar untuk lebih berhati-hati dan berpikir dua kali sebelum mengupdate status atau mempublish postingan. Contohnya, dalam pertemanan di jejaring sosial, merupakan hal yang lumrah jika kita saling memberikan komentar terhadap status teman, namun adakalanya komentar yang negatif bisa menjadi penyebab timbulnya keretakan dalam pertemanan. Karenanya, pikir-pikir dulu sebelum posting.
Yang ketiga, lagi-lagi tweet dari internet sehat yang begitu ngena di hati saya, jangan terlalu oversharing. Sikap berlebih-lebihan itu kurang baik, lebih baik memilih berada posisi yang pertengahan saja, sedang-sedang ajalah. Sikap oversharing bisa menyebabkan kurang terjaganya imej diri kita. Karena terlalu sering berbagi hal-hal yang bisa jadi kurang penting bagi orang lain. Contohnya, mengupdate status tentang kegiatan yang dilakukan sejak bangun tidur sampai tidur lagi. Hm, terlalu berlebihan dan tidak baik juga tentunya.
Mengambil istilahnya Nukman Luthfie dalam tulisannya yang berjudul Bermakna di Lautan Media Sosial, jika kita seorang creator yang berarti bahwa kita mempunyai website pribadi atau blog  yang rajin di update, maka menurut saya cara memanage diri yang keempat adalah berusaha untuk memperbanyak konten-konten positif di internet. Caranya bagaimana? dengan cara menulis hal-hal yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat kita. Agar apa yang kita tulis bisa menjadi ilmu yang bermanfaat bagi diri dan orang lain tentunya. Menulis itu bisa meringankan beban jiwa kita dan pembaca juga bisa mengambil hikmah dari tulisan kita. Mudah-mudahan dengan menulis hal yang bermanfaat bisa menjadi amal jariyah bagi kita. Hm, keren ya kalo bisa nulis hal yang bermanfaat. Ayo, semangat nulis dan berkarya melalui internet~!

Kesimpulan
Jadi, secara singkat dapat disimpulkan bahwa kebebasan berekspresi di dunia maya oleh pengguna internet di Indonesia dewasa ini diantara ekpresi wajar dan tidak wajar. Setiap pengguna internet hendaknya memperhatikan etika dalam berekspresi di dunia maya. Jangan sampai berekspresi diluar batas kewajaran sehingga bisa menimbulkan kerugian bagi diri sendiri dan orang lain. Caranya dengan mempunyai kesadaran pribadi tentang etika berekspresi yang baik di dunia maya, berpikir terlebih dahulu sebelum posting, jangan terlalu oversharing, dan berusaha untuk menulis hal-hal yang bermanfaat. Itu saja.

Tuesday, June 14, 2011

Tali Kokoh




membersamai orang-orang shalih
memang perintah Allah
memang keniscayaan bagi ikrar taqwa

tetapi meletakkan harapan
atau menggantungkan kebaikan diri padanya
pada sosok itu
adalah kesalahan
dan kekecewaan…

seorang sahabat berkata padaku
“aku ingin menikah
dengannya…hanya dengannya…”
aku bertanya mengapa
“agar ia menjadi imamku…
agar ia membimbingku…
agar ia mengajariku arti ikhlas dan cinta
agar ia membangunkanku shalat malam
agar ia membersamaiku
dalam santap buka yang sederhana”

“ahh…. itulah masalahnya,” kataku

dan dia kini tahu
bahwa khawatirku benar
bahwa sesosok lelaki penyabar yang dia kenal
juga bisa marah, bahkan sering
bahwa sosok lelaki shalih yang dia damba
kadang sulit dibangunkan untuk
shalat subuh berjama’ah
bahwa lelaki yang menghafal juz-juz al-qur’an itu
tak pernah menyempatkan diri
mengajarinya a-ba-ta-tsa…

“ahh…. itulah masalahnya,” kataku

semakin mengenali manusia
yang makin akrab dengan kita
pastilah aib-aibnya,
sedang mengenali Allah
pasti membuat kita
mengakrabi kesempurnaanNya

maka gantungkanlah harapan
dan segala niat untuk menjadi baik
hanya padaNya
hanya padaNya

jadilah ia tali kokoh yang mengantar pada bahagia
dan surga

~taken from Dalam Dekapan Ukhuwah by Salim A. Fillah~


Siapa sih yang ga kepingin kalo punya pasangan yang bisa menjadi teladan yang baik? Setiap muslimah pasti mau dunk ya. Saya juga pengen *blushing*. Tulisan di atas membuat saya jadi berpikir dua kali tentang tujuan menikah. Jujur, salah satu tujuan kenapa saya ingin menikah adalah agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Karena dengan berpasangan saya berharap agar ada yang bisa membimbing saya kepada kebaikan, ada yang mengingatkan ketika saya lalai, ada yang memberi motivasi ketika kurang bersemangat. Intinya, saya berharap pasangan saya itu kalo bisa adalah orang yang lebih baik dari saya.

Tapi setelah membaca tulisan oleh Salim A. Fillah diatas, sepertinya saya harus meluruskan niat lagi dalam menikah. Tetap berniat untuk jadi lebih baik, tapi tanpa menggantungkan harapan yang terlalu tinggi terhadap pasangan. Karena siapapun atau sebaik apapun akhlak pasangan kita, dia tetap aja manusia. Ada satu waktu yang imannya naik dan dia bisa menjadi teladan bagi kita. Tetapi dilain waktu, bisa jadi imannya turun dan menjadi tampak kekurangan yang ada pada dirinya.

Hm, so? letakkan harapan kita untuk menjadi baik, hanya padaNya dan hanya padaNya. Itu saja.
.:Banda Aceh, 14 Juni 2011:.

Tuesday, June 7, 2011

Tidak Pernah Sempurna








Kecewa, bisa terhadap diri sendiri maupun orang lain. Mungkin kita pernah kecewa pada saat salah dalam mengambil keputusan sehingga menzalimi diri sendiri. Kemudian kita merasa menyesal. Hm, menyesal boleh aja karena di satu sisi ia bisa mencerdaskan tetapi pada saat yang sama pula ia bisa melukai, tergantung diri kita aja mau pilih yang mana. Begitupun, kecewa terhadap orang lain yang mungkin bersikap tidak sesuai dengan yang kita harapkan, atau sebab lainnya.
Apapun penyebab rasa kecewa kita, sebenarnya hal itu merupakan hal yang tidak lepas dari kehidupan kita sebagai manusia, sebagai hambaNya. Karena, seperti yang dikatakan oleh Aidh al-Qarni dalam bukunya As’adu-Imraatin fil’alam, kebahagiaan dan kebaikan tidak pernah sempurna untuk seseorang.
Sekali lagi, tidak pernah sempurna kebahagiaan bagi seseorang. Suatu waktu dalam kehidupan, kita pasti pernah merasakan kecewa dan mungkin terluka karena persoalan yang kita hadapi. Hal yang bisa kita lakukan hendaknya jangan terlalu larut dalam kesedihan yang tiada akhir. Karena sesungguhnya penyesalan yang berkepanjangan—dalam pandangan Islam—merupakan salah satu fenomena kekufuran dan marah terhadap takdir-Nya (Aidh al-Qarni). Lagian, kalo sedihpun ingat aja bahwa untuk kesedihan juga berlaku hal yang sama yaitu tidak ada kesedihan yang sempurna (Tere Liye).


***

Again and again my writing is about disappointment. There is no any intention, I just write the summary of any references which I have read. Let’s start from a question, “What’s make someone feel disappointed?” When we have a very high standard in our dream and target in our life, sometimes we will feel disappointed when we can’t reach or make it come true.
We may feel disappointed to ourselves or other people. When we had taken wrong decisions which cause disadvantage to ourselves. Then, we regret it. Hm, feeling regret is okay because in one side it can make us smarter than before but at the same time it can make us more injured. It is up to us which one we wanna choose. In addition, we may feel disappointed to others who may treat us do not fit as we expected.
Whatever the cause of our disappointment, it’s a fact that we’ll never avoid this feeling in our life, as part of His creation. The reason is because, like being said by Aidh al-Qarni in His book As’adu-Imraatin fil’alam, happiness and goodness never perfect for someone.
Once more, happiness never perfect for anyone. Some time in life, we will feel disappointed and injured because of problem that we face. One thing that we can do it is not too feel an endless grieve, because of the prolonged remorse – in view of Islam- is one of the phenomena of disbelief and anger towards His destiny (al-Qarni). In addition, if we were sad, please remember that for the grief is also never perfect for anyone.
  
.:Banda Aceh, 7 Juni 2011:.

Monday, June 6, 2011

Sabar

Bagaimana caranya supaya menjadi pribadi yang penyabar?
 Sebuah tanya yang akhirnya saya temukan jawabannya.
Jika ingin sabar, maka BERSABARLAH.
Sederhana aja bukan? Yup, jawaban yang terbaik selalu sederhana.

.:Banda Aceh, 6 Juni 2011:.

Pemulih Jiwa


Ketika menonton acara motivasi Mario Teguh Golden Ways (MTGW) dengan tema Pemulih Jiwa, sebuah polling dilakukan dengan menanyakan, “Saat merasa marah, sedih, sakit hati dan kecewa, apa yang Anda lakukan?” Ada tiga opsi yang diberikan. Yang pertama, mengurung diri di kamar dan menangis sejadi-jadinya, yang kedua, memilih untuk menghabiskan waktu dengan teman-teman, dan ketiga, bertapa dan menenangkan diri.
Hm, hasil polling menunjukkan bahwa 20% peserta acara MTGW memilih opsi yang pertama, 70% dan 10% untuk opsi kedua dan ketiga. Hasil polling tersebut menarik karena ternyata sebagian besar orang memilih kongkow bareng teman untuk bersenang-senang agar melupakan masalah. Tetapi perilaku seperti ini disebut Pak Mario sebagai perilaku masking (topeng), karena ia bersenang-senang untuk menutupi kesedihan. Orang seperti ini pasti takut untuk berada dalam kesendirian karena khawatir akan teringat dengan masalah yang menyebabkan ia merasa sedih, sakit hati, marah dan kecewa.
Sedangkan untuk opsi pertama dan ketiga agak sama, yaitu membutuhkan waktu dalam kesendirian untuk menenangkan diri. Walaupun sebenarnya hal itu tidak menyelesaikan masalah. Setidaknya ada ketenangan yang didapat dari tangisan dan kesempatan untuk intropeksi diri serta memikirkan solusi. Untuk orang seperti ini, mudah-mudahan masalah tidak sering menghampiri hidupnya, karena kalau tidak bawaannya nangis dan menyendiri terus.
Menurut saya, poin penting yang ingin disampaikan Pak Mario pada acara tersebut adalah bahwa sesakit-sakitnya hati kita, masalah harus tetap dihadapi dan kita juga butuh untuk curhat pada sang Khalik, mengadu padaNya. Selain itu, jadilah pribadi yang bisa menemukan keheningan dalam sesibuk-sibuk waktu kita karena kita akan menjadi pribadi yang baru setelah berbicara dengan Nya. Jikalau kita menganggap masalah itu berat, sebenarnya Allah SWT memberikan masalah kepada kita dalam kapasitas yang sesuai dengan kekuatan kita. Anggap saja ketika ada ketidakbaikan yang kita terima hari ini, itu disebabkan karena ketidakbaikan yang pernah kita perbuat dulu. Dan jika ada kebaikan yang kita terima hari ini, maka itu disebabkan karena kebaikan yang kita buat dulu.
Saya teringat dengan sebuah ungkapan, ketika kita merasa kecewa dengan sikap orang terdekat kita atau orang lain yang membenci atau tiba-tiba menyakiti hati kita, maka jangan marah dulu, intropeksi dirilah, mungkin kita telah berbuat dosa, mungkin kita melakukan maksiat yang tidak diketahui orang lain dan kita belum bertaubat. Perbaikilah hubungan kita denganNya maka Ia akan memperbaiki hubungan kita dengan orang lain.
.:Banda Aceh, 6 Juni 2011:.

Tuesday, May 31, 2011

Keindahan Pantai Ujong Batee



         Pantai yang memiliki eksotika keindahan laut yang memukau. Inilah kesan pertama ketika saya mendatangi tempat ini. Ujong Batee menawarkan pemandangan laut yang sangat luar biasa. Pantai ini memiliki kekhasan tersendiri, laut yang berkilau seperti kristal karena terpantul sinar matahari, pasir pantai yang agak kehitaman, udara yang sejuk, deburan ombak yang terus memanggil untuk disentuh dan pemandangan gunung-gunung disekitarnya. Pantai ini membuat kita tidak akan berhenti berdecak kagum ketika menginjakkan kaki disana sembari melihat keindahan-keindahan yang ada di depan mata.


          Pantai ini sangat cocok menjadi salah satu tujuan utama wisata di Aceh, selain karena pemandangan pantainya yang indah, ini bisa menjadi alternatif bagi mereka yang memiliki hobi berenang, bermain ombak, dan barbeque-an bersama keluarga. Bagi mereka yang hanya ingin menikmati pemandangan sekitar, pantai ini juga menyediakan banyak tempat istirahat yang menghadap langsung ke pantai sehingga memberikan kesempatan untuk bersantai sambil menikmati pemandangan pantai yang indah. Ditambah lagi, tersedianya gerai makanan yang menawarkan beberapa menu makanan serta es kelapa muda yang lezat yang menambah kenikmatan dalam bersantai.
          Tempat ini juga sesuai untuk membuat acara piknik bersama orang terdekat. Seperti halnya saya dan teman-teman, yang membuat acara syukuran kelulusan kami di pantai ini. Menurut pengalaman saya, acara piknik di Ujong Batee begitu menyenangkan karena tersedianya tempat untuk membakar ayam dan menikmati menu masakan kami dalam kebersamaan. Sehingga tidak heran, setiap kali membuat acara ‘graduation party’ kami memilih untuk datang ke pantai ini. Intinya, jika ingin mengunjungi tempat wisata Aceh yang indah dan menawan, datanglah ke Pantai Ujong Bateehttp://photos1.blogger.com/blogger/7678/802/1600/smile.gif. Let’s visit Aceh, let’s visit Pantai Ujong Batee.

Thursday, May 19, 2011

Ranah 3 Warna






Buku kedua dari novel trilogi Negeri 5 Menara. Novel ini merupakan lanjutan dari pengalaman Alif setelah lulus dari Pondok Madani. Pada tulisan ini, saya tidak menulis tentang detil cerita novel tersebut. Tetapi hanya ingin menulis tentang beberapa hal menarik yang ditekankan oleh penulis pada novelnya, seperti “Man Shabara Zhafira” yang berarti siapa saja yang bersabar akan beruntung. Berikut ini beberapa motivasi lainnya yang saya catat ketika membaca buku ini:

Sungguh didalam sabar ada pintu sukses dan impian kan tercapai.
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang. (Imam Syafi’i)
Jangan menyerah. Menyerah berarti menunda masa senang di masa mendatang.
Melakukan segenap upaya diatas rata-rata, sempurnakan kerja keras dengan doa, dan serahkan kepada putusan Tuhan, ikhlaskan semua.
Jadilah orang yang gila ilmu.
Hidup ini adalah masa penyerahan diri yaitu siapa saja yang mewakilkan urusannya kepada Tuhan, maka Dia akan ‘mencukupkan’ semua kebutuhan kita.
‘Cukup’, itu yang seharusnya kita cari. Apa artinya banyak harta tetapi tidak pernah merasa cukup.
Segala sesuatu yang besar di dunia ini dimulai dengan tulisan. Maka tulislah hal-hal terbaik.
Jangan pernah merasa menjadi pihak yang rugi dan kalah, tetapi orang lainya yang mungkin rugi.
Tak akan kembali hari-hari yang telah berlalu. Ayo gunakan waktu seefisien dan sebaik mungkin. Mulai sekarang, detik ini juga.
Dari tempat yang tidak disangka-sangka. Rezeki Allah memang bisa datang dari mana saja dan kapan saja.
Gunakan penolakan sebagai jalan untuk lebih memperbaiki diri dan bermimpi lebih besar lagi.
Kombinasi Man Jadda Wajada dan Man Shabara Zhafira adalah kesuksesan.
Dan sungguh, Dia selalu memberi yang terbaik.
Iza sadaqal Azmu Wadaha Sabil. Kalau sudah jelas dan benar keinginan, akan terbukalah jalan.
***
The second book of the trilogy novels Negeri 5 Menara. This novel continues the story of Alif’s experiences after graduating from Pondok Madani (PM). I won't write about the story, but just wanted to write about some interesting points that the authors emphasize in the novel, like “Man Shabara Zhafira” which means anyone who is patient will be lucky and here are some other points which I highlighted when I read this novel:

Life will be sweeter after weary struggle.
Do not ever give up. Give up means that we postpone our pleasure time in the future.
Going the extra miles, make perfect of your hard work with a prayer and surrender the decision to Allah, ikhlas for everything.
Always love knowledge, be ‘knowledgeholic’.
‘sufficient’, that’s the word that we need to look for. It’s useless having much wealth but never feel enough.
big things in this world begins with the words, then write the best things.
Our duty is doing the best thing that we can to achieve the best prosperity.
Success is the combination of Man Jadda Wajada and Man Zhafara Zafira.
The ability to express ideas through writing is an evidence of nations’ high civilization.
And it is true that our Lord always give the best things for us.



Thursday, May 12, 2011

Tuesday, May 10, 2011

Negeri 5 Menara





~Jangan pernah remehkan impian, walau setinggi apapun. Tuhan sungguh Maha Mendengar~

Novel ini merupakan salah satu novel motivasi Indonesia yang mengajak pembacanya untuk menyadari tentang kekuatan mimpi dan keseriusan. Pengarang novel ini, A. Fuadi, menekankan pentingnya melakukan usaha yang lebih untuk mewujudkan impian kita. Dia mengulang sebuah ungkapan Arab berkali-kali dalam novel tersebut— “Man Jadda Wajada” yang berarti siapa yang bersungguh-sungguh akan sukses. Hal ini menunjukkan bahwa penulis ingin menyampaikan suatu pesan bahwa harus ada suatu kolaborasi yang bagus antara usaha yang kita lakukan untuk mewujudkan impian kita yang tidak terbatas dengan doa. Setelah melakukan kedua hal ini, bertawakal dan ikhlas untuk setiap keputusan-Nya.

Novel ini menceritakan tentang pengalaman hidup seorang Alif yang meninggalkan kampung halamannya, Sumatra Barat, untuk menuntut ilmu di daerah lain di Indonesia, Jawa Timur, selama empat tahun. Di Pondok Madani  (PM), dia bener2 belajar banyak hal— Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Pidato, Fotografi dan Menulis. Alif mempunyai lima orang sahabat baik yang mereka sering menghabiskan waktu bersama— Atang (Bandung), Baso (Gowa), Dulmajid (Sumenep), Raja (medan), dan Said (Mojokerto). Mereka sangat dekat satu sama lain, sering belajar bersama di bawah menara Mesjid PM, berbicara tentang impian2 mereka dimasa depan. Sampai suatu hari mereka telah lulus dari PM dan kembali ke kampong halaman masing2 dan tinggal kembali dengan keluarga mereka dan memulai langkah baru di dunia nyata.

Dengan membaca novel ini, kita mendapat gambaran kehidupan siswa2 di pesantren dalam imajinasi kita, kegiatan harian mereka— beraktivitas dari awal pagi sampai larut malam, target belajar bahasa Arab dan Bahasa Inggris dalam beberapa bulan, proses belajar mereka untuk berpidato dan belajar menjadi pemimpin. Kebiasaan khusus selama ujian, yaitu Sahirul Lail yang berarti belajar dan membaca buku untuk mereview pelajaran sampai larut malam.

Dalam novel ini, pengarang memberikan dua tips untuk sukses. Pertama, going the extra miles yang berarti berusaha di atas rata2 orang lain. Contohnya, jika orang lain belajar hanya satu jam, kita bisa berusaha untuk belajar 3 atau 5 jam. Jadi, kita butuh melakukan usaha lebih dibandingkan dengan orang lain. Kedua, kita harus belajar untuk tidak mengizinkan diri dipengaruhi orang lain, suasana, atau apapun. Terus terang, dua tips ini masih sulit untuk saya pribadi lakukan :”>, tapi mudah2an tulisan ini bisa menjadi pengingat dan motivasi bagi saya untuk lebih bersungguh2. 


***
~Never underestimate your dreams, even as high as any. God always hear~

This novel is one of the Indonesian motivation novels which encourage readers to realize the power of dreams and seriousness. The author, A. Fuadi, emphasize the importance of doing an extra effort to make our dreams come true. He repeated an Arab expression in his novel so many times, “Man Jadda Wajada” which means everybody who seriously will succeed. It illustrated that the author want to convey the message that there is a need of good collaboration between the effort to achieve our unlimited dreams and doa. After doing those two things, it’s time for tawakkal and learn to ikhlas for His decision, therefore we wi not stress in our life.

The novel tells us about interesting life experiences of Alif who left his hometown, West Sumatra, to pursue knowledge in the other part of Indonesia, East Java, for four years. He learnt much English and Arab Language, Speech, Photograph and Writing during his schooldays. He has five best friends whom he always spends time together—Atang (Bandung), Baso (Gowa), Dulmajid (Sumenep), Raja (Medan) and Said (Mojokerto). They close each other, often study together below the tower of Pondok Madani Mosque (PM Mosque), talked about their dreams, their ambition in the future. Until one day they have graduated from PM and went back to their hometown and they restarted living with their family and begin a new step in the real world.

By reading this novel, we will observe the life of students in Islamic Boarding Schools in our imagination, their daily activities—learning from early morning to midnight, the target to master Arab language and English in the first four months for the first year students (and they did it~! ckckck), their process to be able to speech and learnt to be a leader. Their special habits during examination—do “Sahirul Lail” which means learning and reading books until midnight.

The author gives two tips for success. The first, going the extra miles which means does not give up in average level. For example, if other people study only one hour, we need to study 3 or 5 hours. So, we need to do more effort, give more time than other people. The second, we have to learn not to allow anyone, any situation, and anything affect ourselves. Hm, I hope I could implement these two tips in my real life, hopefully.  So, what else? If you need a novel to read, it will be a good choice then .

Friday, April 22, 2011

Hara Hachi Bu

Hara Hachi Bu


Hara Hachi Bu merupakan ungkapan Bahasa Jepang yang berkaitan dengan kebiasaan makan yang sehat. Ungkapan ini berarti “makan sampai 80% kenyang”. Ungkapan ini mengingatkan kita untuk makan dengan cukup dalam porsi yang sedang, tidak berlebih2an dan tidak juga kekurangan. Setau saya, Orang2 Okinawa telah menerapkan kebiasaan ini dan riset membuktikan bahwa mereka mempunyai tingkat kesehatan bagus dan harapan hidup yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang2 yang tidak menerapkan kebiasaan ini.

80% ini tidak berarti bahwa kita harus meninggalkan sisa makanan di piring karena ini merupakan hal yang kurang baik. Tepati kita hanya perlu meletakkan jumpalah makanan yang sesuai, jika butuh lebih bisa nambah. Tapi ingat, makan dengan porsi yang sedang. Selain itu, agar sehat, kita butuh makan berbagai macam makanan seperti banyak memakan ikan dan makan yang mengandung kedelai, terus memakan sayuran dan jangan lupa untuk berolahraga.

Pertama kali mendengar ungkapan ini, saya langsung teringat bahwa Islam juga telah mengajarkan pada kita hal yang sama. Sebuah hadits yang menyampaikan hal tentang adab makan, yaitu membagi jumlah makanan yang kita makan menjadi 1/3 untuk makanan, 1/3 untuk minuman dan 1/3 untuk bernafas. Hsdits ini menunjukkan ide yang sama dengan Hara Hachi Bu.

Mudah2an setelah menulis ini saya bisa mencoba untuk menerapkan pola makan hidup sehat dalam kehidupan saya.

***
Hara Hachi Bu is a Japanese expression in relating to the healthy eating habits. It means “eat until you are 80% full”. This great expression reminds us that we need to eat sufficiently, eating in a moderate portion, no more or less. As long as I know, Okinawans had tried to do this and research showed that they have good healthy level and their life expectancy is longer that other people who might do not adopt this habits.

80% here doesn’t mean that we have to leave food in a plate because It such a bad habit to do. We just need to put small amount of food, if we still need extra, we can add it. But, remember, just in a moderate portion. Moreover, in attaining a good healthy level, we also need to consider a variety of foods, such as, eat plenty of fish and soy foods, a great variety of vegetables and also do not forget to keep exercises.

The first time I heard about this expression, I directly remembered that Islam also had taught us about it. One Hadith about courtesy in eating taught us to divide the amount of portion into 1/3 for food, 1/3 for a drink, and 1/3 for breathing. This Hadith illustrated the same idea with Hara Hachi Bu. I just impress to Okinawans who might be do not understand Islam but they implement Islam’s precept.

I wrote this topic (especially) to remind myself the importance of implementing healthy eating habits as part of my life and I hope you found my writing useful. 

Thursday, April 14, 2011

Pencil Case



Saya senang merajut dan senang untuk mencoba beberapa tipe stitches. Pada projek rajut ini, saya mencoba membuat sebuah kotak pensil dengan tipe stitch basket weave. Basket weave ini merupakan perpaduan antara knit dan purl.Cara membuatnya mulai dengan membuat stitch yang jumlahnya genap. Untuk projek ini, saya membuatnya dengan kelipatan empat (36 stiches). Jadi untuk empat stitches pertama di knit, empat stitches kedua di purl, begitu seterusnya. Untuk lebih jelas lihat foto aja ya. Ini polanya:
***
I like knitting and very enjoy trying some types of stitches. In this project, I tried to make a simple pencil case . I learnt about how to make a basket weave which is another interesting type of stitches. It’s easy version of the combination of knit and purl. To make a basket weave, we need to start from even number of stitches. In my case, it is multiple of four. I got this idea by looking at a Lindcraft’s knitting magazine. The magazine (Teach yourself how to knit) is very useful for beginner like me. There are many information and some instructions are easy to follow (Lindcraft must say thank you for me for promoting their magazine =D *just kidding*). Okay, if you are interested, here is the pattern:





SIZE
23 cm x 10 cm

MATERIALS
5 mm needles
two colour of yarns which we call as yarn A & B
Crochet hook
Large eye sewing needle
Two beads

ABBREVIATIONS
BO        bind off
CO        cast on
k          knit
K2tog   knit two stitches together
p           purl
SSK       slip slip knit
Sts        stitches

KNIT
Side
Using yarn A and 5 mm needles, CO 36 sts
Row 1-8            : k
Row 9-12          : k4, p4, to the end of rows
Row 13-16        : p4, k4, to the end of rows
Repeat these ways for the next 8 rows.
Row 25-32        : k
Row 33             : BO
Fold case in half and sew the two sides using yarn B

Cover
Using yarn B and 5 mm needles, CO 36 sts
Row 1 – 21        : k
Row 22             : BO
Continue to make some chains with crochet hook and make two loops in the middle of BO side (about 7cm from edges) to put the beads.
Sew the cover from the back side of case to the front and sew the beads so it matches to the loops.

Make a flower for beautify (pattern)
Happy Knitting 



The 3rd Trimester: Doa-Doa untuk Meminta Keturunan yang Baik

Ini beberapa doa yang sering saya panjatkan ketika hamil. “rabbi innii nazartu laka maa fii batni muharraran fataqabbal minni, inn...