Tuesday, October 26, 2010

Beads Bracelet


          Alhamdulillah, setelah hampir dua tahunan, akhirnya saya belajar rajut lagi. Untuk projek pertama merajut (setelah sekian lama), saya membuat sesuatu yang sederhana dan cepat siap aja, yaitu gelang.
          Ini pertama kali saya buat gelang rajut pake manik-manik. Namanya juga belajar, hasil rajutannya pun masih jauh dari bagus. Tapi, saya suka dengan hasil kerja saya. Mudah2an ke depannya saya bisa lebih mahir.
          Untuk buat gelang ini, saya cuma memakai dua warna benang wol yaitu abu-abu dan merah jambu. Untuk manik, saya pake sisa-sisa manik yang ada di rumah, gelang-gelang manik yang udah putus, saya ambil aja, untuk di desain ulang. Hihi..dan yang menjadi ‘korban’ untuk memakai gelang buatan saya ini adalah adik saya^^.
.:Banda Aceh, 25 Oktober 2010:.

I'm Not A Party Lover~!


          Pernah, ketika di Fukui, ada seorang teman yang berulang tahun dan mengadakan pesta di asrama di tempat kami tinggal. Biasanya, jika teman-teman lain buat pesta, saya ga terlalu ikut-ikutan acara mereka. Tetapi, teman yang satu ini, karena ia langsung bilang ke saya “datang ya ke pesta ultah saya”, saya jadi merasa harus hadir di pesta itu.
          Begitulah, akhirnya saya niat untuk tidak lama ke pesta itu, cuma singgah bentar untuk nampain muka. Ketika datang, sudah ada beberapa teman-teman lain yang hadir. Kami ngobrol dan makan2 bentar, setelah itu, salah seorang teman lelaki yang sama2 di kelas bahasa jepang, dia seorang muslim, dia mengingatkan saya untuk tidak terlalu lama di pesta ini. Perkataannya saat itu berkesan di hati dan saya masih ingat sampai sekarang. Lebih kurang dia bilang gini ke saya, “Ami-san, kamu jangan terlalu lama di pesta ini ya. Nanti pesta nya ga kayak gini lagi (lebih parah maksudnya). Kalo seandainya saya punya saudara perempuan, saya ga bakal kasih izin dia untuk datang ke pesta kayak gini.” Hm, saya senyum dan bilang, “oiya, saya mengerti, saya memang ga lama koq”. Ga lama setelah itu, saya pamit ke yang teman yang ultah itu dan kembali ke kamar.
          Alhamdulillah, saya merasa terjaga dengan adanya teman seperti itu. Setidak-tidaknya ketika saya jauh dari keluarga, ada teman yang paham dan peduli dengan temannya yang lain. Walopun, dia ikut pesta kayak gitu sampe akhir, ya udahlah itu pilihan dia. Tapi setidaknya, dia sudah mengingatkan saya dan semoga bisa menjadi amal kebaikan baginya.
          Huff, ngomong2 tentang pesta, saya pribadi memang ga terlalu suka untuk hadir di acara semacam itu. Apalagi, jika pestanya ada permainan2 yang ketika kalah bakal ada hukuman seperti nyanyi di depan orang, atau baca puisi atau hal2 yang ‘aneh’ lainnya. Waduh, ga deh. Tapi, kalo pestanya cuma sebatas makan2 doang (syukuran kali ya), saya suka =).
.:Banda Aceh, 25 Oktober 2010:.

sumber foto disini

I Luv My MP4^^


Alhamdulillah, sejak punya MP4 saya mempunyai kebiasaan baru yang menurut saya agak baik. Ketika masih belajar IELTS, saya bisa belajar listening langsung dari MP4. Selain itu, ketika mengerjakan pekerjaan di rumah seperti memasak, mencuci piring, menyetrika, menyapu, saya mengerjakannya sambil dengar murattal atau kajian keislaman. Jadi sambil bekerjapun bisa mendengar hal-hal yang baik dan tambah ilmu juga, Insya Allah^^. Dan lagi, pekerjaan di rumah yang ‘itu-itu aja’, jadi lebih enjoy untuk dikerjakan.
          Sengaja saya menghapus lagu-lagu yang sebelumnya saya transfer ke MP4, karena saya lagi belajar untuk tidak memutar lagu-lagu yang kurang bermanfaat, lagipun, kapasitas MP4 nya juga tidak mencukupi untuk dimasukin banyak lagu =D. Jadi audio berupa murattal, kajian keislaman dan English podcast masih menjadi prioritas saya saat ini, Alhamdulillah. Semoga kebiasaan baik ini bisa bertahan lama =). Amiin.  
          Oya, untuk kajian keislaman biasanya saya suka unduh dari Radio Rodja, Radio Muslim atau di website kajian.net. Kalo English podcast, saya biasanya unduh di website nya British Council. Hm, apa lagi ya? sebenarnya, ga perlu tunggu ada MP4 dulu sih, pake MP3 atau HP juga bisa. Kalo kamu memandang kebiasaan ini baik, yuk kita mulai dari sekarang…Smile.
.:Banda Aceh, 24 Oktober 2010:.

Craft and Me


Hm, termasuk pribadi yang senang belajar kerajinan tangan. Waktu masih SMP, saya sempat belajar merajut, lebih tepatnya karena melihat kakak, sepupu dan tetangga saya belajar merajut, saya jadi ikut-ikutan minta diajari merajut oleh mereka. Belajar rajut ini, pernah juga diajarkan ketika saya dan teman-teman di kelas tiga SMP. Kami sama-sama belajar merajut dan seingat saya, hasil rajutan pertama saya adalah sarung untuk botol air =). Setelah itu, lanjut belajar merajut kombinasi dua warna, dan alhamdulillah bisa menghasilkan kotak pinsil dan tas yang sederhana.
          Selain merajut, saya juga senang mencoba-coba kerajinan dari kertas (papercraft). Semacam origami gitu, tapi kalo origami, saya senang lihat-lihat aja =D, kalo untuk buat, masih sangat amatir. Saya semangat belajar kerajinan dari kertas ini, ketika mengunjungi Museum Origami, lebih-lebih lagi ketika melihat pembatas buku unik yang dijual di toko-toko souvenir. Dalam hati saya terbersit, bahwa saya bisa juga bikin pembatas buku kayak gini, jadinya, saya berburu kertas origami dan juga nyari info cara buat pembatas buku yang unik ala jepang. Ketika masih di Jepang, saya sempat buat pembatas buku. Tapi setelah balik ke Banda Aceh, masih belum menyempatkan diri untuk menyalurkan hobi ini, kertas origaminya masih tersimpan rapi =D.
.:Banda Aceh, 22 Oktober 2010:.

Monday, October 11, 2010

Not Over 20Kg~!



Beberapa hari sebelum balik ke Banda Aceh, saya dan teman2 kirim barang2 via Pos Malaysia. Ada beberapa buku fotokopian dan novel serta baju-baju yang ingin saya kirim, karena ga muat lagi di koper. Karena itu, sibuklah kami ngepak2 barang untuk di kirim ke Banda Aceh. Sesampai di Kantor Pos, ternyata setelah ditimbang, berat paket yang ingin saya kirim 20,8 kg. Hampir 21 kg, dengan ‘tega’ petugas di sana meminta saya dan juga teman saya yang juga bernasib sama, untuk packing kembali barang kami.
Ga nyaman bangetkan kejadian kayak gini? Memang sih, sebelumnya udah timbang sendiri dan tau kalo berat barang yang saya kirim sekitar 21 kg-an. Saya kira masih bisa nego, bayar denda ato apa gitu, tapi ternyata ga bisa, pertugas pos nya tegas banget,, Ya udahlah nasib, buka lagi  dan keluarin satu kamus bahasa inggris yang tebal dan packing lagi di situ. Syukur udah jaga2 dengan bawa gunting dan lakban, tapi tetep aja hasil packing-an nya jadi ga ‘secantik’ yang pertama..
Semoga kejadian saya dkk, ga berulang ke teman2, jika memang teman2 ada kesempatan ke Malaysia dan ingin ngirim barang, pastikan berat barang yang ingin di kirim tidak lebih dari 20 kg~!, lebih sikit aja juga ga boleh, teman saya berat barangnya 20,3 kg, tetap harus ngeluarin satu biji bukunya dan packing ulang.
Bagusnya, teman saya yang lain, yang memang nge-pas-in berat paket yang ingin dikirim sekitar 19, 5 kg. Itu udah lumayan aman, petugas pos udah bisa nerima berat paket yang segitu. Sekali lagi, intinya, jangan sampe 20 kg~!
.:Banda Aceh, 4 Oktober 2010:.

Sunday, October 3, 2010

Jalan-Jalan Pagi



Ini pemandangan Sektor Timur di pagi hari
musala depan rumah
lorong tiga, lorong rumah saya =)

komplek baru sektor rimur

Sekalian minum jamu habis jalan-jalan pagi ^^
minum jamu, ampun dah rasanya,,=D

.:Banda Aceh, 3 Oktober 2010:.

Memahami Iman kepada Qadar Baik dan Buruk

Iman Kepada Qadar Baik dan Buruk

Allah swt.berfirman,
          “Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berdukacita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (al Hadid [57]:22-23)

Dan Allah swt. berfirman,
          “…boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu.” (al-Baqarah [2]:216)

          Iman kepada qadha dan qadar memiliki peran yang besar dalam menenangkan hati ketika ditimpa musibah, khususnya bila seorang hamba menyadari secara sempurna, bahwa sesungguhnya Allah Maha Lembut dan menghendaki kemudahan bagi hamba-hamba-Nya. Allah swt. telah menyimpan balasan yang tidak terhingga di akhirat bagi orang-orang yang bersabar. Bila hal ini direnungkan dan dipraktikkan, maka kesedihan dan penderitaan yang ditimbulkan oleh musibah bisa berubah menjadi kesenangan dan kebahagiaan. Namun, tidak setiap orang kuat menghadapi hal ini.

          Jadi, langkah-langkah apa saja yang harus Kita tempuh untuk meringankan penderitaan dan musibah, serta membuat jiwa menerimanya? Simaklah beberapa tips berikut ini:
1.      Bayangkanlah bahwa musibah yang menimpa diri kita di masa lalu adalah lebih besar dan lebih buruk akibatnya bagi Kita daripada musibah yang sedang menimpa Kita saat ini
2.      Renungkanlah bahwa disana ada orang yang ditimpa musibah yang lebih besar dan lebih dahsyat daripada Kita
3.      Lihatlah kenikmatan dan kebaikan yang ada pada diri kita sendiri, dimana banyak sekali orang yang tidak memilikinya
4.      Jangan pernah menyerah kepada perasaan putus asa yang menyertai Kita ketika musibah menimpa, karena Allah swt. berfirman,
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (al-Insyirah [94]:5-6)

***
(di ambil dari buku Tips Menjadi Wanita Paling Bahagia di Dunia,
karangan Dr. Aidh bin Abdullah Al-Qarni, M.A., hal 210-211)

.:Banda Aceh, 1 Oktober 2010:.

Saturday, September 25, 2010

Ke Matang Euy~!

pemandangan alam Aceh

Alhamdulillah, ada kesempatan pulang ke Matang Glumpang II kemarin (23 September 2010). Udah lama kali rasanya ga mengadakan perjalanan bareng keluarga. Alhamdulillah, pada perjalanan kali ini, saya pergi bareng mahram saya, Alhamdulillah, ada abang sepupu beserta istri dan anaknya, ortu dan saya sendiri.
Sebenarnya, tujuan perjalanan ini bukan khusus pulang ke Matang, tapi untuk menghadiri acara Intat Linto saudara saya di desa Gerugok, Aceh Utara. Pada pagi hari kemarin, sekitar pukul setengah tujuh pagi, abang sepupu saya sampe ke rumah untuk menjemput bapak, mamak dan saya, dan kami memulai perjalanan ke Gerugok.
Hm, Alhamdulillah perjalanan di pagi hari begitu menyenangkan karena udara pagi yang masih segar dan juga pemandangan yang sangat indah. Pemandangan alam di perjalanan itu, Subhanallah, memang indah banget, ga terkatakan sampe ga tahan untuk tidak ngeluarin kamera, tapi apa daya, karena di dalam mobil, ga begitu leluasa untuk jepret2..jadilah, pagi kemarin saya belajar bersabar terhadap apa yang luput dari keinginan saya. Ga da ruginya sih, foto ga dapat, yang penting bisa menikmati pemandangan *menghibur diri sendiri^^* . 
Mesjid Saree
Alhamdulillah, satu setengah jam perjalanan, kami sampai ke Daerah Saree. Kami singgah sebentar di daerah ini, yang terkenal dengan banyak jajanan nya. Di Mesjid Saree tempat kami singgah, ternyata kami bertemu dengan teman Bapak yang juga berniat menghadiri acara yang sama =). Ga lama di situ, kami lanjut lagi perjalanan. 
Tempat jajanan
Beberapa jam kemudian, kami melewati Batee Iliek yang dulu menjadi tempat yang suka disinggahi orang yang mengadakan perjalanan, karena air sungainya yang bersih dan juga karena ada tempat makan yang enak. Ga jauh dari Batee Iliek, kami singgah di tempat jajanan yang jual air tebu dan rujak^^..Setelah makan2,, Lanjut lagi perjalanan ke Matang. Alhamdulillah, bisa melangkahkan kaki lagi ke Matang, setelah sekian lama. Bersua lagi dengan saudara di sana. Singgah bentar di Matang, kami langsung menuju ke tempat acara.
'Linto Baro', Hilman begaya di pelaminan
Alhamdulillah, akhirnya sampe juga ke tempat acara. Yaa, seperti kebanyakan tamu lainnya, biasa aja sih kesan acaranya,, namanya juga tamu,, hihi. Kecuali kalo saya sendiri yang (Insya Allah) jadi ‘anak muda’ nya, baru terasa lebih berkesan. Ga lama di acara itu, Istri abang sepupu, ngajak ke rumah nenek beliau yang ga jauh dari situ. Shalat jama’ taqdim di sana dan jemput lagi bapak mamak di acara itu dan balik lagi deh ke Matang. 
Suasana di Matang Glumpang Dua
Di Matang, kami istirahat sekitar sejam-an, ngobrol bareng keluarga di sana, Menikmati suasana di Kota Matang yang begitu sibuknya. Alhamdulillah Ya Rabb, atas kesempatan ini. Ga terasa, sekitar pukul setengah empat, kami berangkat lagi balik ke Banda Aceh. Perjalanan pulang kami singgah di dua tempat, di Pidie untuk makan Mie Aceh khas Daerah Pidie dan di Saree untuk Shalat Isya. Setelah itu lanjut lagi perjalanan dan Alhamdulillah, kami sampe ke rumah sekitar pukul setengah sebelas malam…yang pasti perjalanan kali ini, cape banget *pasti*,, tapi menyenangkan karena bisa menghadiri walimah dan bersilaturrahmi..^^

.:Banda Aceh, 24 September 2010:.

Friday, September 24, 2010

Keliling USM


Saya ga ingat tanggal berapa kejadian itu, saya dan teman2 ke USM untuk menghadiri kajian rutin hari sabtu di Mesjid USM. Setelah itu, kami biasanya makan siang di warung Indonesia yang terletak di dekat USM. Nah, dari situ, biasanya kami langsung pulang aja ke asrama. Tapi, hari itu, karena teman saya, Fei, perlu narik duit di ATM, dia minta ditemani. Oleh karena kami berdua belum tau dimana letak ATM nya, dengan modal nanya-nanya, dari satu orang ke orang lain, akhirnya sampai juga kami ke ATM yang dimaksud. And you know what? Letak ATM nya strategis sekali, di atas puncak USM sana *terima kasih*, kami jalan sampe mu nyerah dan mau balik lagi ke Gate awal karena saking jauhnya. Mungkin lebih kurang satu kiloan kami jalan dari Gate (dekat Mesjid USM) ke tempat tujuan. Sebenarnya sih ga terlalu masalah, tapi karena ke lokasi ATM harus nanjak, itu yang buat capek. Akhirnya, setelah Fei siap ambil duitnya, kami memutuskan untuk mencari Bus Rapid sekitar situ, tapi koq ga ada ya? Dengan penuh kesabaran, akhirnya kami berjalan turun bukit melewati jalan yang berbeda yang ‘katanya’ lebih dekat daripada harus kembali melewati jalan kami pergi tadi. Ya ya ya, dan ternyata, jaraknya sama aja sih jauhnya menurut saya =D, tapi karena jalannya menurun udah ga terlalu cape lagi, dan karena jalan2 keliling USM itu, saya dan Fei ada kesempatan untuk ngeliat fasilitas USM, ada kafe di puncak bukit yang pemandangannya lumayan bagus karena banyak Elang yang terbang dekat2 situ, terus ngeliat kolam renang dan lapangan sepak bola *biasa aja sih sebenarnya ^^*. Alhamdulillah, akhirnya ketemu juga Gate satu lagi yang dekat lapangan sepak bola dan segera kami menuju halte terdekat untuk nunggu Bus Rapid. Tapi yang sayangnya, saat itu saya ga bawa kamera, jadinya ga sempat foto2 wiliyah USM,, *hm, ga rezeki*…Pada hari itu, sebenarnya rada2 kesal juga karena ga nyangka bakal jalan sejauh itu, tapi kalo diingat2 sekarang, jadi lucu aja, benar2 pengalaman yang tidak terduga…
.:Banda Aceh, 22 September 2010:.

Thursday, September 9, 2010

Idul Fitri Ala Rasullullah



Ga terasa udah hampir lebaran, Insya Allah kita merayakan Hari Raya Idul Fitri yang sering disebut juga dengan Hari Kemenangan. Menang dalam artian sukses dalam menjalankan puasa ramadhan. Ada beberapa adab yang dicontohkan Rasulullah dalam merayakan Idul Fitri. Ini dia, Selamat Menikmati ;)…
1. Disunnahkan Mandi, Memakai Wewangian dan Berpakaian yang Baik
Dari Anas bin Malik ra. Ia menceritakan:
“Pada hari Idul Fitri dan Idul adha, Rasulullah memerintahkan kami untuk mengenakan pakaian terbaik yang kami miliki dan memakai wewangian terbaik yang ada pada kami, serta berkurban dengan hewan yang tergemuk yang kami punyai.”
 HR. Al-Hakim
2. Disunnahkan Makan Sebelum Melaksanakan Shalat Idul Fitri
Disunnahkan untuk memakan beberapa buah kurma yang jumlahnya ganjil sebelum berangkat menuju tempat pelaksanaan shalat Idul Fitri. Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan dari Anan bin Malik, dimana ia menceritakan:
“Rasullullah SAW tidak berangkat shalat pada Hari Raya Idul Fitri, sehingga beliau memakan beberapa buah kurma”
Murajja’ bin Raja’, mengatakan: Ubaidillah pernah memberitahukan kepadaku, dia menceritakan: Anas bin Malik ra. Pernah memberitahukan kepadaku dari Nabi SAW: Bahwa beliau memakan kurma itu dalam jumlah ganjil.“
HR. Al-Bukhari
3. Dianjurkan agar kaum muslimin hadir ke tempat shalat, termasuk anak-anak dan wanita-wanita yang sedang haid sekalipun
“Kami pernah diperintahkan untuk membawa keluar kaum remaja putri maupun wanita yang sedang haid pada kedua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) untuk menyaksikan kebaikan dan mendoakan kaum muslimin. Adapun bagi wanita haid hendaknya sedikit menjauh dari tempat shalat.”
Muttafaqun Alaih
4. Menempuh Jalan yang Berbeda
Apabila berangkat shalat ‘Ied, Nabi menempuh jalan yang berbeda dengan jalan yang beliau tempuh pada saat pulang”
HR. Al-Bukhari
5. Mengucapkan Selamat pada Hari Raya
“Apabila para sahabat Rasulullah SAW bertemu pada hari raya, maka mereka saling mengucapkan: Taqabballahu Minna wa Minka.
Al-Hafiz Ibnu Hajar mengatakan, isnad hadits ini berstatus hasan
6. Disunnahkan Bersedekah bagi Kaum Wanita pada Idul Fitri
Nabi mengerjakan shalat pada Hari Raya Idul Fitri. Pertama beliau mengerjakan shalat, lalu berkhutbah. Ketika selesai khutbah, beliau turun dari mimbar dan mendatangi kaum wanita, lalu mengingatkan mereka. Sedang beliau dalam keadaan bersandar pada tangan Bilal. Sementara Bilal sendiri mengembangkan kain jubahnya untuk selanjutnya para wanita itu meletakkan sedekah kedalamnya. Apakah itu zakat fitri? Tanya Jabir kepada Atha’. Atha’ menjawab: Tidak, akan tetapi itu adalah sedekah yang dikeluarkan pada hari tersebut. Ada diantara mereka yang melepas cincin dan menyerahkannya dan wanita lain meletakkan apa saja yang mereka miliki di baju (kain) yang dibentangkan oleh Bilal. Aku tanyakan lagi: adakah Imam pada masa sekarang ini berhak berbuat demikian dan memberi peringatan kepada kaum wanita? Atha’ menjawab” Sesungguhnya yang demikian itu merupakan hak atas mereka. Jadi, mengapa mereka tidak mengamalkannya?
HR. Al-bukhari
Nah, udah tau kan? Moga bermanfaat dan pada kesempatan ini juga saya ingin mengucapkan

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H
Mohon Maaf Lahir dan Batin

Sumber: Fiqih Wanita karangan Syaikh Kamil Muhammad Uwaidah

Ramadhan di Penang Vs Fukui




Alhamdulillah ada kesempatan merasakan sepuluh hari pertama Ramadhan 1431H di Penang. Suasana ramadhan di Penang, hampir2 mirip dengan di Aceh juga, yang membedakan adalah kalo di sini ramadhannya bareng teman2, dari sahur sampe tarawih sering bareng teman2. Kalo di Aceh, bareng keluarga =).
Yang menarik, selama ramadhan ini, kami jadi lebih kompak, karena untuk urusan sahur kami beli beras patungan dan sahuran bersama di kamar teman yang punya rice cooker =”>, kl urusan berbuka, beli makanannya juga banyak, sekalian untuk rame2, setelah kumpulin duit masing2 dulu pastinya =), biasanya digilir tuh siapa yang bakal beli makanan untuk berbuka dan sahur.
Terus, salat jama’ah magrib bareng teman2 di kamar, setelah berbuka. Terkadang saya ikutan jama’ah dengan teman2, terkadang juga milih salat sendiri karena biasanya teman2 berbuka puasa dengan makan nasi sedang saya cuma dengan kue, jadi lebih cepat selesai dan lebih memilih segera salat magrib setelah itu.
Jika boleh membahas tentang ramadhan di Fukui, pengalaman saya ketika itu, Suasana ramadhan di sana kurang terasa, karena kebanyakan orang Jepang adalah non muslim, jadinya mereka tetap makan2 di tempat umum. Jadi saya harus sabar ngeliat orang makan. Ditambah lagi, dari sahur, salat wajib, salat sunah tarawih, saya sendiri aja,, benar2 menyedihkan.. *lebai sikit ;)*.
Tapi kl sahur ga benar2 sendiri sih, karena ada kak Lia yang sering miskol2 bangunin sahur, ngirim2 sms tausiyah, bener2 penuh perhatian untuk saya yang saat itu sangat kesepian di negara orang. Kalo diingat2 lagi sekarang, saya jadi terharu. Kak Lia baik banget~! Semoga Allah membalas kebaikan Kak Lia dengan lebih baik. Amiin.
Hm, tapi sepertinya, sekarang, ramadhan di Fukui udah lebih menyenangkan karena dapat kabar dari teman kalo di Fukui udah ada Masjid nya,, Masjid yang benar2 Masjid^^,,Alhamdulillah. Maksud saya, ketika saya tinggal di sana selama setahun, para muslimnya saja yang bisa salat jama’ah, krn saat itu kondisi masjidnya adalah rumah seorang pelajar yang salah satu ruangannya dijadikan sebagai tempat untuk salat. Perhatikan kata2 itu, “para muslim saja”. Nah kalo sekarang, masjid yang ada adalah Masjid yang bener2 Masjid, jadinya muslimahpun udah bisa salat jama’ah di Masjid. Alhamdulillah…
.:Banda Aceh, 27 Agustus 2010:.

The 3rd Trimester: Doa-Doa untuk Meminta Keturunan yang Baik

Ini beberapa doa yang sering saya panjatkan ketika hamil. “rabbi innii nazartu laka maa fii batni muharraran fataqabbal minni, inn...