Thursday, August 8, 2013
Sunday, August 4, 2013
Friday, August 2, 2013
Friday, July 12, 2013
Metodologi Riset #2
Ada dua metode penelitian sosial yang umumnya dikenal
yaitu penelitian kualitatif dan kuantitatif. Perbedaan keduanya dapat dilihat
pada paradigma yang digunakan. Misalkan studi mengenai tingkat kebahagiaan
orang Aceh, maka data yang digunakan untuk penelitian berupa data kualitatif. Sedangkan
saat analisa datanya berupa kuantitatif.
Dikalangan saintis dan sosialis biasanya terdapat dua
kecenderungan. Jika saintis menganut numbers without theory, maka sosialis
menganut theories without numbers. Terhadap dua kecenderungan ini, sebaiknya
diambil titik tengah, yaitu adanya keseimbangan antara theories and numbers (disebut
juga mix paradigm).
Berkaitan dengan penelitian, peneliti pastinya berharap
hasil penelitiannya dipakai sebagai landasan pengambilan kebijakan pemerintah. Namun
harus dipahami juga bahwa pengambil kebijakan punya pemikiran sendiri dan tidak
semua pengambilan kebijakan pemerintah berbasis riset.
Paradigma atau Worldview dalam Ilmu Pengetahuan terbagi
menjadi positivism, konstruktivisme, dan critical theory. Perbedaan ketiganya
dapat dilihat dalam berbagai dimensi. Berkaitan dengan metode penelitian
kualitatif dan kuantitatif. Maka, metode kualitatif sangat dipengaruhi oleh paradigma
konstruktivisme. Dan paradigm positivism berpengaruh besar pada metode penelitian
kuantitatif.
#Sabar
Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan,
"Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali
"Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali
(QS.Al-Baqarah: 155-157)
Tiada seorang hamba yang mendapat musibah, lalu dia mengucapkan
'Sesungguhnya kami milik Allah dan kepadaNyalah kami kembali. Ya Allah, berilah aku pahala disebabkan musibahku ini dan gantilah ia dengan yang lebih baik daripadanya,' melainkan Allah memberinya pahala atas musibahnya dan menggantinya dengan yang lebih baik daripadanya"
'Sesungguhnya kami milik Allah dan kepadaNyalah kami kembali. Ya Allah, berilah aku pahala disebabkan musibahku ini dan gantilah ia dengan yang lebih baik daripadanya,' melainkan Allah memberinya pahala atas musibahnya dan menggantinya dengan yang lebih baik daripadanya"
(HR. Muslim)
Sesungguhnya pahala orang-orang yang sabar itu akan dipenuhi tanpa hisab.
Sabar ialah pengakuan seorang hamba kepada Allah atas musibah yang menimpanya itu dari Allah dan menyerahkan perhitungannya kepada Allah dengan mengharapkan pahala-Nya. Terkadang seseorang berkeluh keah, namun dia harus berkeras bahwa tiada jalan lain kecuali bersabar.
Tuesday, July 9, 2013
Friday, July 5, 2013
Etika Penelitian dan Kode Etik Penulisan Karya Ilmiah #2
Masi tentang Etika Penelitian dan Kode Etik Penulisan
Karya Ilmiah oleh pemateri yang sama. Pada pertemuan ini pemateri menyampaikan
bahwa kita sering kali berpikir tinggi-tinggi, pengen buat penelitian yang ‘wah’.
Padahal penelitian yang tinggi-tinggi itu sudah diteliti oleh orang lain. Sedangkan
hal-hal lain disekitar kita, yang seringkali kita anggap remeh tidak kita
pikirkan. Padahal sesuatu yang kita anggap remeh itu, bisa jadi ‘besar’ dalam
pandangan orang.
Misalnya penelitian tentang Aceh. Orang yang ahli tentang
Aceh ternyata bukan orang Aceh, melainkan orang dari benua lain. Jika kita
membaca hasil penelitian mereka, kita pasti bakal berkomentar, apa yang
tertulis di jurnal ini saya tau. Nah, seharusnya kita yang orang pribumi
seharusnya bisa donk menghasilkan jurnal seperti mereka. Logikanya seperti itu.
Kemudian, kita seringkali juga merasa bahwa apa yang kita
tahu itu biasa-biasa aja. Padahal bisa jadi apa yang kita tahu itu penting bagi
orang lain. Seharusnya kita bisa membangun penghargaan terhadap apa yang kita
punya, termasuk ilmu yang kita miliki.
Berkaitan dengan etika dalam penelitian, terkadang
terjadi pelanggaran etika baik sengaja tau tidak sengaja.
1.
Publikasi kertas kerja yang sama di tempat berbeda
tanpa pemberitahuan kepada pengelola/editor. Maksudnya adalah tidak etis jika saat
bersamaan mengirimkan satu tulisan ke lebih dari satu media massa. Sehingga,
jika dimuat, bakal dapat honor dua kali atau lebih dari satu tulisan. Ini dipandang
tidak etis, karena bekerja satu kali tetapi dapat honor lebih dari satu kali. Namun,
jika tulisan telah dimuat di satu surat kabar, kemudian dipakai untuk keperluan
internal institusi dengan pemberitahuan kepada editor, menjadi tidak masalah.
2.
Adanya klaim individual atas proses dan hasil
penelitian. Hal ini berkaitan dengan tidak adanya pengakuan terhadap
orang-orang yang telah membantu selama proses penelitian. Disampaikan oleh
pemateri bahwa sebuah penelitian yang baik adalah penelitian yang tidak berdiri
sendiri, lebih baik kolaboratif.
3.
Menggunakan teknik statistik yang tidak pantas dalam
rangka meningkatkan hasil penelitian, sehingga tidak sesuai dengan realita yang
ada. Jadi solusinya adalah bersandarlah pada hasil penelitian yang objektif.
4.
Mengeksploitasi mahasiswa. Seperti menjadikan tugas
mahasiswa sebagai jurnal dosen, tanpa menyebutkan nama mahasiswa.
5.
Membuat komentar menghina dan serangan pribadi dalam
jurnal. Nah, peneliti seperti ini, dipertanyakan keilmuannya.
6.
Dan lain-lain.
Wednesday, July 3, 2013
Creative Writhink*
Proses
menulis kreatif merupakan lanjutan dari membaca kritis. Perbedaan membaca dan
menulis adalah saat membaca kita mengamati tulisan orang lain, posisi kita
aktif tapi pasif karena kita menilai tujuan tulisan orang lain. Sedangkan saat menulis
kita yang aktif dalam mengemukakan pandangan kita.
Diawal
kelas, kami diberikan secarik kertas yang terdiri dari beberapa kata. Dalam dua
menit kami diharapkan untuk menulis segera apa yang terlintas dipikiran ketika
membaca kata tersebut. Saat mengerjakan tugas tersebut, saya pribadi terus
terang perlu waktu juga untuk berpikir, ga bisa langsung dapat ide untuk
merangkai kata.
Pemateri
menanyakan beberapa pertanyaan, seperti di kelas ini apa ada yang pernah nulis
esai? Beberapa menjawab iya, beberapa menjawab tidak. Pertanyaan lanjutan,
kira2 hambatan dalam menulis apa? Saat itu pemateri menulis kreatif meminta
kami untuk sharing mengenai hambatan apa aja yang didapat ketika menulis. Dari
jawaban yang kami berikan, setidaknya terdapat dua hambatan bagi kami untuk
menulis. Yang pertama adalah hambatan teknis yang berupa sulit mendapat ide,
ilmu/wawasan yang kurang, masalah koherehensi, vocabulary. Yang kedua yaitu
hambatan psikologi, dan ini yang paling banyak. Hambatan psikologi ini berupa
ketakutan untuk mengemukakan pandangan pribadi yang terkadang berbeda dengan
pandangan kebanyak orang, takur akan komentar orang lain terhadap tulisan kita,
merasa kerdil atau terlalu memandang negatif karya tulisan kita sendiri,
khawatir jika yang ditulis dianggap konyol, atau terlalu sederhana, plagiat
tanpa sadar, dan kekhawatiran lainnya.
Kemudian,
pemateri mengajukan lagi pertanyaan, “apa pernah membaca esai yang berkesan?” salah
seorang peserta di kelas menjawab dan menyebutkan esai berkesan yang pernah dia
baca. Yaitu tentang pengasuhan tanpa syarat. Inti esai tersebut bahwa orang tua
atau orang dewasa yang mengasuh anak2, hendaknya senantiasa bersikap baik pada
anak, baik pada saat anak2 itu bersikap berkenan atau tidak berkenan bagi orang
tuanya. Kalo ada yang kurang jelas, Tanya sama teman saya :D.
Di kelas
menulis kreatif ini kami fokus ke esai. Esai itu sendiri berasal dari Bahasa Perancis
yaitu Essayer yang artinya suatu usaha. Contoh esai yang paling sederhana yaitu
surat. Misalnya anak kos yang mengirim surat untuk ortunya yang intinya minta
duit. Dalam surat tersebut pastinya dijelaskan kenapa bisa sampe perlu duit,
ada usaha oleh si anak untuk meyakinkan ortunya agar kehendaknya tercapai.
Yang
harus dipahami lagi bahwa esai itu merupakan karangan khas yang berdssarkan
sudut pandang personal pengarang. Semacama tulisan2 di blog ini, udah bisa lah
disebut esai. Bentuk esai seperti sidik jari / sensor retina mata (biometri)
yang jarang ada duanya. Misalnya cara orang membuka seperti apa, menutup
seperti apa, menarik kesimpulan seperti apa, pasti akan berbeda antara satu penulis
dengan penulis yang lain.
Pemateri
menyampaikan bahwa ada tiga pilar dalam esai, yaitu komposisi, data dan
impresi. Kita bahas satu persatu. Yang pertama komposisi. Bahasannya mencakup: darimana
kita memulai, pilihan kata, sikap berbahasa, bagaimana mengunci. Khusus
mengenai sikap berbahasa, hendaknya kita memperhatikan penggunaan EYD. Yang paling
penting, kalo berbicara atau nulis, bahasanya jangan campur2..ini menunjukkan
orang yang tidak punya sikap berbahasa…tertohok sekali saya mendengar pemateri
menyampaikan poin ini :D. Yang kedua data. Data dalam esai harus lebih
bersuara. Dalam artian data yang ada dikaitkan, misalnya data orang buta aksara
kita kaitkan dengan data kemiskinan. Contoh lain, data kekurangan air di
Afrika, kita kaitkan dengan data pemborosan air di benua lain. Dan yang ketiga
yaitu impresi. Esai hendaknya mengesankan pembaca.
Di akhir
kelas, pemateri menyampaikan bahwa menulis itu bukan bakat. Ia harus dilatih. Intinya,
jika pengen pintar nulis, harus banyak latihan. Pelajari teknik orang nulis. Katakan
iya untuk menulis kreatif dan saia pun masih berproses.
Ini beberapa
sumber lainnya terkait menulis kreatif
*Creative Writhink ala Fahd Djibran
Menulis Kreatif ala Raditya Dika
Rahasia Menulis ala Salim A. Fillah
Saturday, June 22, 2013
Etika Penelitian dan Kode Etik Penulisan Karya Ilmiah #1
Ethics become one of crucial issues in the field of
research. We can define the ethics as a concept which distinguish between
something you may do or not. We need to put attention in ethics while doing a
research in order to avoid some aspects which may disserve ourselves or others.
The lecturer said that the research bases are aimed to present knowledge and to
promote the values that are important for collaborative work. Research ethics
should help researchers to conduct a public test so that the research results
can be applied in a public life.
Perancangan dan Penyusunan Proposal
The class started by discussing the definition of
research then some point should be included in the proposal. Well, I saw that
the slides are only four, but our class is running for three hours, what a great
lecturer! J. The lecturer gave us many examples about how to design
a research proposal. In the end we have to make our own research example XD. This
is the most difficult part during the class I guess, especially to me,, it took
times to accomplished it and compared to other ideas..my research idea was so umm
ordinary.
Wednesday, June 5, 2013
Filsafat Berpikir
Masi membahas tentang filsafat. Mari kita cek QS
18:103-105.
“Katakanlah: “apakah akan kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?”. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu adalah orang-orang kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan perjumpaan dengan Dia. Maka terhapuslah amalan-amalan mereka, dan kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi amalan mereka di hari kiamat.” (QS. Al-Kahfi :103-105)
Ayat ini ditujukan kepada tiap individu dimana pesan filosofi
ayat ini bahwa hendaknya kita jangan sibuk dengan kekurangan orang lain. Tetapi
sibuklah berpikir kritis, merenung, refleksi atau meneliti diri kita sendiri,
jangan sampai kita merasa telah berbuat banyak kebaikan, nyata-nyatanya dalam pandanganNya
kita ga berbuat apa-apa, hingga kita jadi orang yang merugi.
Filsafat berpikir merupakan usaha menggunakan kemampuan
berpikir dengan akal dimana hal ini diawali dengan iqra’. Peranan iqra’ sangat
penting dalam proses berpikir. Kenapa? Karena iqra yang akan meluaskan semesta
ilmu manusia.
Menanggapi sebuah pertanyaan, kalo ga salah, pemateri
mengatakan bahwa ada dua kondisi awal manusia, yaitu kondisi pre-determinasi
dan free-will. Pre-determinasi adalah kondisi yang tidak ada pilihannya. Dimana
manusia tidak bisa memilih jenis kelamin, warna kulit, dll. Allah tidak akan bertanya kepada manusia mengenai
hal ini karena fungsinya sudah jelas. Kondisi free-will adalah kondisi dimana
manusia dapat menentukan pilihan dan Allah akan bertanya mengenai hal ini. Misalnya,
mulut fungsinya jelas untuk makan dan Allah ga akan bertanya pada kita tentang
ini, tapi yang bakal ditanya olehNya adalah apa yang kita makan, halal atau
tidak? darimana dapatnya? Dsb.
Berpikir merupakan metodologi bagi kita untuk menghindari
kekerasan. Fenomena yang sering kita lihat di masyarakat bahwa masyarakat
kurang memiliki kemampuan berdialektika sehingga ketika ada masalah, jalur kekerasan
menjadi pilihan untuk menyelesaikan masalah. Padahal, jika ada masalah, ada
baiknya jika didiskusikan dengan baik-baik. Idealnya sih utamakan intelegensi
bukan emosi.
Subscribe to:
Comments (Atom)
The 3rd Trimester: Doa-Doa untuk Meminta Keturunan yang Baik
Ini beberapa doa yang sering saya panjatkan ketika hamil. “rabbi innii nazartu laka maa fii batni muharraran fataqabbal minni, inn...
-
Ini beberapa doa yang sering saya panjatkan ketika hamil. “rabbi innii nazartu laka maa fii batni muharraran fataqabbal minni, inn...
-
Saya senang merajut dan senang untuk mencoba beberapa tipe stitches. Pada projek rajut ini, saya mencoba membuat sebuah kotak pensil denga...








.jpg)