Sunday, December 11, 2011

Resep Masakan Asam Keu’eng



Bahan:
250 gram ikan / udang
1 butir jeruk nipis, ambil airnya
½ sdt garam

Haluskan:
4 butir bawang merah
4 siung bawang putih
2 cm kunyit
6 buah asam sunti
5 buah cabai merah
Garam secukupnya

4 buah belimbing sayur, belah dua
5 buah cabai hijau, potong-potong bulat
5 lembar daun jeruk
400 ml air
½ sdt penyedap (bila suka)

Cara Membuat:
Bersihkan udang/ikan, aduk dengan jeruk nipis dan garam. Diamkan sejenak.
Campur ikan/udang dengan bumbu yang dihaluskan. Masak sampai ikan/udang berubah warna. Tambahkan belimbing sayur, cabai hijau, daun jeruk. Aduk rata.
Beri air dan penyedap. Masak sampai ikan/udang matang dan bumbu meresap. Angkat.

My ‘Properties’


“Ami, itu sandalnya udah bisa diganti deh”
“Eh Ami, itu kan tas yang tahun lalu?”
“Si Ami tu, sama persis kayak si **** (nama orang), kalo barang belum betul2 hancur, ga diganti2”
“Kak Ami, ga beli hape baru kak?”

Pernah ga siy, dapat ‘perhatian’ dari teman2 tentang ‘harta kekayaan’ yang kalian miliki? Yang kalian pakai? Apakah itu 'perhatian' tentang pakaian, tas, sandal atau sepatu yang kalian punya?
Saya pribadi pernah beberapa kali mendapatkan komentar2 seperti yang tertulis diatas. Intinya berupa pertanyaan atau pernyataan teman2 yang mengingatkan saya bahwa barang yang saya pakai udah lama, atau berupa anjuran yang nyuruh2 saya untuk ganti barang2 milik saya dengan yang baru atau yang lebih bagus.
Dan seringnya, kalo udah dapat komentar seperti itu saya nya cuma bisa ketawa ketiwi aja. Yah, mau gimana lagi, barang masih bisa dipake, ngapain diganti dengan yang baru. Atau mungkin barangnya udah ga terlalu bagus lagi, tapi saya masih nyaman pakenya..jadinya ngapain diganti.
Maka jangan heran kalo sampe sekarang saya masi pake ransel yang udah empat tahun lalu saya beli, atau hape yang udah hampir lima tahun saya pake..Lagi2 karena masih bisa dipake, jadi ga ada alasan untuk ganti yang baru...Haha, jadi tolong dimengerti ya bagi yang ‘suka ngasih2 perhatian’ ke saia..^^

Saturday, December 10, 2011

Aceh’s Coffee Festival




Latar belakang diadakan festival ini karena memang Aceh terkenal dengan kopinya yang nikmat dan Pemda Aceh ingin memperkenalkannya kepada orang luar. “Kopi Aceh untuk Dunia” itulah slogan yang diangkat pada Festival Kopi Aceh ini.



secangkir kopi gratis


Banyak acara yang ditawarkan, seperti 3000 cangkir kopi gratis, trus stand2 produsen kopi lokal, selain itu kuliner aceh lainnya dapat juga kita temukan di acara ini. Pada stand kopi lokal Aceh akan kita dapati produk2 kopi olahan mereka, selain itu kita bisa dapat berbagai info tentang kopi. 
biji kopi

bunga kopi

luwak arabica gayo


Aceh Tsunami Museum



Museum Aceh ini udah lama ya dibangunnya, tapi saya baru main ke tempat ini nopember 2011 yang lalu. Bener2 warga Aceh yang baiklah saya ini^^. Padahal orang luar Aceh, lumayan banyak juga yang udah main ke tempat ini..

Baiklah, mulai dari design bangunannya, Museum Tsunami ini berbentuk Kapal Apung, arisekturnya adalah seorang Dosen ITB yang memenangkan kompetisi design Museum Tsunami Aceh, seingat saya pemenangnya mendapat uang 100 juta rupiah~!, keren ya, harga dari sebuah karya cipta.
Kembali ke Museum Tsunami yang berbentuk Kapal Apung, pastinya design ini terilhami dari Kejadian Tsunami Aceh, dimana pada saat itu, Kapal Apung yang beratnya berton-ton itu bisa dibawa oleh arus gelombang laut yang begitu cepat sehingga berpindah lokasinya sekitar beberapa kilometer dari tempat semula.
Nah, bentuk museum yang unik ini, diperkaya dengan ukiran atau ornament khas Aceh seperti ini.


Dibagian luar museum akan kita dapati restoran dan kafe juga mushalla, setelah itu di bagian dalam lantai satunya, terdapat kolam besar yang dikelilingi oleh batu2 bulat yang bertuliskan ‘sesuatu’. Pemandangan kolam itu begitu menyejukkan, tapi yang agak disayankkan, airnya kolam itu sudah tidak terlalu jernih lagi, sepertinya harus dipertimbangkan untuk dibersihkan^^.





Sunrise Scenery


Pernah ga main2 ke laut di waktu pagi? Bagi yang tinggal di dekat laut, pastinya sering yaa..Nah, saya pernah berkesempatan jalan2 pagi ke arah Pelabuhan Mala Hayati, yang otomatis melewati laut Aceh yang cantik dan menikmati pemandangan paginya. 








Krueng Aceh


Niat datang ke tempat ini untuk ngambil foto yang bagus untuk diikutsertakan pada Lomba Foto, tapi karena saya banyak malesnya, ga jadi deh ikutan lomba. Dan foto2nya cuma buat koleksi pribadi aja.
Krueng berarti Sungai, jadi Krueng Aceh itu maksudnya Sungai Aceh. Tempat ini (depan Bank Indonesia dan Kantor Polisi) bisa menjadi salah satu tempat menarik untuk dikunjungi karena ditepi sungainya itu ada taman bunga, terus ada tempat untuk menikmati pemandangan sungai dan kota banda Aceh. Ini beberapa foto yang saya ambil.





Tuesday, November 8, 2011

Keterhijaban dan Baik Sangka

image



Ada banyak hal yang tak pernah kita minta
Tapi Allah tiada alpa menyediakannya untuk kita
Seperti nafas sejuk, air segar, hangat mentari,
Dan kicau burung yang mendamai hati
Jika demikian, atas doa-doa yang kita panjatkan
Bersiaplah untuk diijabah lebih dari apa yang kita mohonkan
~Salim A. Fillah, Dalam Dekapan Ukhuwah, hal. 168~

***
Sederhananya, apa yang kita tidak pinta aja, Allah selalu memberinya untuk kita, Apalagi hal yang kita pinta. Maka dalam berdoa, selalu ada tiga kemungkinan, bahwa doa itu akan dikabulkan, ditunda pengabulannya dan tidak dikabulkan tetapi akan diganti dengan yang lebih baik oleh Allah SWT. Maka belajarlah untuk berprasangka baik padaNya.

“Kami tak tahu ini rahmat atau musibah. Kami hanya berprasangka baik kepada Allah”
Ada berjuta kebaikan mengiringi prasangka baik kita padaNya. Dia setia bersama kita dan melimpahkan kebaikan, karena kita mengingatNya juga dengan sangkaan kebaikan.
~Salim A. Fillah, Dalam Dekapan Ukhuwah, hal. 173~

Apapun yang kita hadapi, baik itu kesenangan, kesedihan, kekecewaan, ketika harapan tidak seindah kenyataan yang ada, tetaplah belajar untuk lebih mengutamakan prasangka baik kita padaNya. Kita punya rencana untuk kehidupan, tapi Allah juga punya rencana yang jauh lebih indah untuk kita. Sebuah doa yang bagus menurut saya dari seorang kakak, “Ya Allah, berilah yang terbaikku, mudahkan segala urusan menuju kebaikan dan berilah kemudahan bagiku untuk menerima dan menjalankan apa yang telah Engkau tetapkan untukku”.
~sebuah nasehat untuk diri, moga juga bermanfaat bagi yang membaca~
.:Banda Aceh, 11 Nopember 2011:.

My Hijab Story


My Hijab Story started from my older sister. She is the model who inspire me to wear hijab. Saat itu saya masih siswa kelas enam SD, masa senang2nya menjadikan orang lain sebagai teladan, alias suka niru2. Sebagai seorang adik, tentu saja yang saya jadikan contoh dalam kehidupan kecil saya saat itu adalah kakak saya. Alhamdulillah, kakak saya udah memakai hijab sejak SMU. Melihat kakak saya jilbaban, saya jadi ikut2an senang jilbaban. Dalam artian, suka ngaca depan cermin dengan mencoba memakai jilbab.
Tetapi, ketika saya lulus SD dan mulai mendaftar di SMP, entah kenapa niat untuk jilbaban masih ada, tapi karena enggak ada yang terlalu ngompori untuk memakai jilbab, akhirnya sebagai remaja yang masih ‘labil’, saya batalkan niat saya untuk berjilbab. Dua tahun pertama sekolah di SMP, saya udah ga terlalu kepikiran lagi dengan jilbab. Hingga ketika awal kelas 3 SMP, seorang guru agama di sekolah saya, mengingatkan kami siswa2 putri untuk memakai jilbab. Big thanks to my religion teacher who remind me to wear hijab, istilahnya udah ada yamg ngomporin jadi semangat lagi deh untuk berjilbab.
Akhirnya, saya memutuskan untuk mengkomunikasikan keinginan saya berjilbab kepada orang tua. Dan hasilnyaaa…orang tua saya tidak setuju saya berjilbab saat itu. Alasannya adalah karena gimana gitu, agak tanggung karena udah SMP tahun akhir, harus mempersiapkan seragam baru yang hanya dipakai untuk satu tahun saja K.
Hm, kesannya orang tua saya kurang setuju kalo saya berjilbab, tapi menurut saya, orang tua saya mau nge-tes kesungguhan saya saja. Menyikapi, pernyataan orang tua saya, saat itu saya hanya bisa berucap,
            “terserah ayah ibu gimana baiknya, yang penting saya udah menyampaikan niat untuk pakai jilbab, setahun itu dua belas bulan sama dengan 365 hari, sebanyak itu pula dosa saya karena ga pake jilbab…”
Mungkin, orang tua saya juga kepikiran dengan pernyataan saya yang agak tegas itu, karenanya Alhamdulillah akhirnya dapat juga izin untuk pakai jilbab dari orang tua plus hadiah seragam sekolah baru yang lengan panjang dan yayy~! sejak itu, 18 agustus 1999, saya berevolusi menjadi the new ami..^^
Nah, jilbabab udah, now what? Tantangan baru dimulai. Bagi saya pribadi, tantangan awal setelah berhijab adalah tentang komitmen untuk berjilbab sesuai syar’i. Di awal2 berjilbab, saya begitu ingin dan tertarik untuk mengikuti gaya teman2 dengan jilbab gaulnya. Tapi, Alhamdulillah, tetap berusaha untuk keukeuh memakai jilbab yang benar, and that’s not easy. Tapi syukurlah bisa melalui masa2 sulit itu dan tetap dengan pilihan untuk berjilbab syar’i sampai saat ini, Insya Allah. Ini cerita hijabku, apa ceritamu?J.

Friday, October 28, 2011

Gelisah


image

...
Ya Allah, izinkan kami untuk gelisah
Jika itulah yang bermanfaat
Maka buatlah kami berhenti di titik itu
Di situ saja

Dengan mengesakanMu dalam harap
Karena kami makin tahu
Berharap pada manusia,
Pada sosok maupun kelompok
Atau menggantungkan diri pada mereka
Adalah luka bagi iman kami
Juga kekecewaan yang datang bertubi
...

~Dalam Dekapan Ukhuwah, hal 331-332~

Sunday, October 16, 2011

Pizza Mie ala Rumahan



Yang namanya pizza ga selalu identik dengan makanan mewah, bagi yang pengen nyoba2 buat pizza ala rumahan juga bisa. Resep ini saya dapat dari buku “Kumpulan Resep Masakan Nova” tahun 1990, udah lama banget yak..^^. Here we go~!
Bahan
1 bungkus Indomie Rasa Ayam Spesial
½ gelas susu encer
1 butir telur
½ bawang Bombay
100 gram daging cincang
5 sendok makan saos tomat
1 buah tomat segar dipotong tipis horizontal
1 buah paprika, dipotong tipis horizontal
¼ dus keju parut
1 sendok teh oregano (jika suka)
1 sendok teh basil (jika suka)

Cara Membuat
1.    Rebus indomie dengan air secukupnya sampai empuk. Tiriskan. Lalu masukkan dalam panci yang telah berisi susu. Campurkan 1 bungkus bumbu Indomie Rasa Ayam Spesial. Biarkan hingga agak meresap. Tambahkan telur. Aduk hingga rata.
2.    Sementara itu tumis bawang Bombay yang telah dirajang halus hingga harum. Masukkan daging cincang dan 4 sendok makan saos tomat. Tambahkan garam, oregano dan basil. Jika terlalu kering, tambahkan dengan sedikit air. Kalau suka pedas, tambahkan adonan dengan bubuk cabai yang terdapat dalam bungkus Indomie.
3.    Ambil cetakan tahan panas, Alasi dengan kertas aluminium foil. Masukkan adonan mie, Lalu tuang adonan isi diatasnya. Susun irisan tomat dan paprika. Taburi keju parut. Diatasnya dihias dengan beberapa sendok saus tomat. Panggang hingga kuning.

Yang saya maksud dengan pizza ala rumahan disini adalah mensiasati resep di atas dengan bahan2 yang tersedia di rumah. Seperti daging cincang, jika tidak ada bisa diganti dengan yang lain, seperti tahu, sosis, atau fillet ikan. Begitu juga dengan paprika, jika tidak ada di rumah, bisa diganti dengan cabe. 
Yang saya kurang ngerti dari resep diatas mengenai ukuran gelas susu encer. Saya coba pakai resep diatas dengan 1 gelas susu encer menggunakan gelas duralex yang kecil, dan hasilnya kurang bagus, mungkin pas nya setengah gelas duralex kecil ya, sekitar 100 ml..selamat mencoba :).

Saturday, October 1, 2011

Menghindari Benang Kusut


Udah lama ga posting tentang kegiatan craft and me, Di postingan kali ini saya pengen kasi tips sederhana untuk menghindari benang kusut. Tips ini saya dapat dari Bunda nya Ici. Ketika itu, beliau melihat cucunya begitu bersemangat memainkan benang2 rajut sehingga jadi kusut^^.
Beliau menyarankan ada baiknya kalo memulai pake benang itu dari ujung benang bagian dalam (seperti yang terlihat di benang warna merah), sehingga ketika digunakan benangnya akan tertarik dari bagian dalam benang. Cara seperti ini membuat tarikan benang jadi lebih rapi dan dapat menghindari kekusutan.
Sedangkan jika memulai menggunakan benang dari ujung benang bagian luar (lihat di foto benang biru), ga ada masalah juga sih, tetapi terkadang jika tidak hati2 (seperti gulungan benangnya jatuh sehingga terurai atau benangnya dijadikan mainan baru bagi anak kecil yang ada di rumah..lol), bisa membuat benang jadi kusut. 




Sederhana banget konsep yang disampaikan Bundanya Ici, tapi terus terang saya sendiri, setelah sekian lama belajar ini, baru menyadari bahwa yang disampaikan bundanya Ici ini benar dan bermanfaat banget buat saya, dan mudah2an bermanfaat buat kamu juga ya^^. 

.:Banda Aceh, 1 Oktober 2011:.

The 3rd Trimester: Doa-Doa untuk Meminta Keturunan yang Baik

Ini beberapa doa yang sering saya panjatkan ketika hamil. “rabbi innii nazartu laka maa fii batni muharraran fataqabbal minni, inn...