Monday, April 21, 2014
Monday, March 31, 2014
Trip to Sabang
Sabang, sebuah pulau mempesona yang letaknya dekat dengan Banda Aceh.
Long Weekend lalu saya gunakan untuk jalan-jalan ke Sabang. Perjalanan dimulai
pada tanggal 29 Maret 2014 siang, saya dan seorang teman, Ulya, menuju ke
pelabuhan Ulele. Setelah menunaikan shalat jamak taqdim zuhur dan ashar, kami
mulai mengantri tiket. Sesuai jadwal, direncanakan kapal akan tiba pukul 16.00,
namun ternyata kapalnyanya terlambat, yang mengakibatkan kami mulai berangkat
ke Sabang pada pukul 18.00 wib. Alhamdulillah perjalanan lancar, lautan begitu
tenang diiringi pemandangan sunset yang menakjubkan J. Tiba di pelabuhan Sabang, Balohan, pada pukul 20.00. Telah
menanti teman yang lain, Risna, yang menjemput kami dan sekaligus sebagai guide
selama kami di Sabang.
Saya
melihat jam Casio kesayangan, dan waktu menunjukkan pukul 20.47 ketika kami
memulai perjalanan ke Iboih. Saat dalam perjalanan baru saya sadari bahwa medan
yang kami lalui saat menuju ke Iboih itu lumayan berat. Banyak
tikungan-tikungan patah dan jalan yang lumayan menanjak. Ditambah lagi sempat
saya dan Ulya yang ketinggalan rombongan teman-teman lain saat sedang melalui
hutan gelap gulita itu. Sungguh, saya berharap pengalaman tersebut cukup sekali
saja. JIka ada kesempatan lain, pengennya mulai jalan saat hari masih terang.
Perjalanan tersebut memakan waktu sekitar satu jam karena kami membawa
kendaraan dengan kecepatan sedang.
Sekitar pukul 22.00 kami singgah di sebuah toko untuk membeli minum dan lima
menit kemudian kami sudah sampai di Iboih.
Menapak
kaki di Iboih, Risna segera mengkonfirmasi pemilik penginapan bahwa kami baru
saja tiba. Awalnya kami memesan dua kamar, namun pada akhirnya yang tersedia cuma
satu kamar untuk kami bertujuh. Diambil positifnya saja bahwa kami bisa
menghemat biaya penginapan^^. Erick Green House ini didisain eco-friendly.
Pembangunannya disesuaikan dengan kondisi alam Iboih. Lokasi penginapan ini
sangat strategis, ketika membuka pintu menuju balkon kita disuguhi pemandangan
laut dan pulau rubiah yang sangat indah.
Sunrise di
Iboih
Minggu 30 Maret 2014. Terus terang ga terlalu bisa tidur nyenyak juga
karena kepikiran belum nge-charge hp. Akhirnya tengah malam bela-belain bangun
untuk ngecharge hp dan finally subuh tiba, siap-siap untuk hunting sunrise dari
balkon kamar. Dan beneran aja, pemandangannya bagus banget.
Keliling Pulau Rubiah
Masyarakat dan para turis sudah mulai banyak yang beraktifitas ketika
kami keluar dari penginapan. Sasaran pertama adalah sarapan, dengan Rp.
15.000,-/porsi udah dapat sepiring nasi gurih dan tengah hangat. Selesai sarapan,
segera kami menyewa pelampung dan kacamata renang, dimana harga per item nya
adalah Rp. 15.000,-/item. Segera setelah itu kami menyewa boat kaca untuk
mengelilingi pulau rubiah yang harga sewanya rp. 350.000,-. Kami menyewa boat
kaca agar dapat melihat pemandangan dibawah laut. Sempat terlihat bintang laut
dan beberapa jenis ikan. Selain itu kami juga sempat melihat karang batik.
Istilah yang digunakan oleh penduduk lokal untuk menggambarkan keindahan karang
laut yang mirip dengan motif batik.
Swimming and Snorkeling
Ditengah perjalanan, kami berhenti disuatu dermaga yang terhubung dengan
kafe-kafe. Melewati kafe tersebut kami mulai berjalan kaki dan mencari lokasi
untuk aktifitas berenang dan snorkeling. Ups, benarkah berenang dan snorkeling? Ternyata tidak juga. Karena pada akhirnya
cuma sekedar mandi laut biasa, itupun ada cerita terkena karang pula di kaki
dan pergelangan tangan. Harus diakui, sudah lama sekali saya ga mandi laut. Namun,
karena penasaran juga dengan pelampung dan kacamata renang yang telah kami
sewa, saya mulai belajar renang dan snorkeling juga. Belajar ecek-ecek karena
cepat panik saat udah di tengah lautan.
0 Km
Selesai
aktifitas laut, segera bersiap-siap untuk check out. Oya, biaya penginapan di
Erick Green House untuk kamar yang memakai kipas angin yaitu Rp 400.000,-.
Karena kami patungan berenam, jadinya lebih murah lagiJ. Segera kami belanja dan foto-foto dan menuju km 0. Jarak Iboih
ke Km 0 sekitar 23 km dan medannya kurang lebih sama dengan perjalan dari Kota
Sabang ke Iboih. Sempat-sempatin foto di Km 0 dan makan siang indomie dan teh
dingin dengan Rp. 17.000,- per porsinya. Waktu pulang terlihat banyak turis
asing yang menuju ke tempat ini.
Kota Sabang
Dari 0 km, kami
menuju ke Kota Sabang. Ga terlalu ingat juga berapa lama waktu tempuhnya. Tapi
sekitar 1 jam perjalanan. Sesampai di Kota Sabang kami singgah di Sabang Fair
untuk menikmati pemandangan lautan lepas dengan pulau-pulaunya. Magrib tiba,
kami menuju Mesjid Raya Sabang untuk Shalat Magrib berjamaah. Segera setelah
itu kami menuju Wisma Cempaka untuk meletakkan barang-barang dan keluar lagi
untuk berwisata kuliner. Niat hati ingin makan sate gurita atau mie jalak atau
makanan lain khas Sabang. Namun, ternyata belum rezeki kami untuk menikmati
makanan tersebut. Setelah singgah di beberapa tempat, makanan yang kami
inginkan sudah habis. Akhirnya, kami makan ditempat makan biasa dengan menu
biasa pulaJ. Segera setelah itu juga mulai hunting barang khas sabang.
Wisma Cempaka
31 Maret 2014. Pagi-pagi segera check out dari Wisma Cempaka. Karena ada
beberapa tempat yang ingin dikunjungi sebelum menuju ke Balohan. Oya, Wisma
Cempaka ini termasuk penginapan yang rekomended laa. Kami sewa kamar yang
ber-AC dengan biaya Rp. 180.000,-/malam. Murah bangetkan. Apalagi fasilitas
yang didapat yaitu double bed, kamar mandi dalam kamar, ada TV kabel, dan
lemari. Cukup bagus untuk dijadikan pilihan jika menginap di Kota Sabang. Tapi
sayang sekali saya lupa untuk mengabadikannya di kamera.
Taman Kota
Keluar dari Wisma Cempaka, kami segera menuju taman didepan kantor
walikota sabang. Taman cantik dengan, lagi-lagi, pemandangan laut didepannya.
Sumur Tiga
Singgah di Sumur Tiga, dan begitu terpesona dengan keindahan pasir putih
dan kejernihan lautnya. Insha Allah kalo ada kesempatan ke Sabang lagi, pengen
nginap di daerah dekat Sumur Tiga.
Benteng
Jepang
Tujuan
terakhir yaitu singgah ke Benteng Jepang. Benteng ini terletak didataran
tinggi. Untuk menuju ke sini harus menaiki anak tangga yang banyak. Terasa
banget olahraganya. Dari Benteng ini bisa melihat lautan lepas. Jika hari
cerah, pemandangan lautnya indah sekali, kata seorang teman. Dan deburan
ombaknya bisa mencapai tempat kita berdiri. Ngeri juga ya. Namun, saat kami datang
cuaca tidak terlalu cerah dan laut pun begitu tenang. Sampai-sampai kami bisa
melihat bintang laut dengan jelas.
Balohan
Akhirnya, setelah singgah sana sini, sampai juga ke Balohan dan segera
antri motor ke Kapal. Dan berangkat ke Banda pada pukul 14.00 dan tiba di Banda
Aceh pukul 15.30 dengan kondisi ombak yang agak besar saat dalam perjalanan.
Bagaimanapun, alhamdulillah bisa sampe rumah lagi dengan selamatJ.
Friday, February 28, 2014
Are You Bored?
Tidak dapat dipungkiri
bahwa melakukan hal yang sama setiap hari dapat memacu kebosanan. Untuk menghindari rasa bosan, kita dapat
mencoba melakukan sesuatu hal baru yang belum pernah kita lakukan sebelumnya. Berikut
ini beberapa hal baru yang saya coba lakukan:
Menjahit
Sejak 2004 sebenarnya saya sudah pernah ikut les menjahit, namun karena
bencana tsunami, terpaksa saya berhenti. Terus terang saya lebih senang merajut daripada
menjahit. Namun, mamak selalu ‘memaksa’ kami anak-anak perempuannya untuk
belajar menjahit. Bahkan mamak dengan senang hati membeli kain-kain murah, kain
seprei maupun kain baju, beberapa meter agar bisa kami gunakan untuk belajar
menjahit.
Setelah 2004 itu, saya ga pernah ikut les menjahit secara formal di
lembaga-lembaga kursus menjahit. Saat ini, jika pun belajar, semuanya
dipelajari dari buku secara otodidak. Well, banyak kekurangan pastinya dan
proses belajarnyapun jadi agak lebih lama karena harus mencoba untuk memahami
konsep dasar menjahit tanpa ada instruktur. Tapi, ada kesenangan tersendiri
jika ada karya yang bisa dihasilkan setelah belajar. Dan setelah dijalani, menjahit itu ternyata menyenangkan
juga lho.
Membuat tas rajut

Sebenarnya merajut
bukan merupakan hal baru bagi saya. Namun hobi ini saya masukkan kedalam daftar
hal baru yang saya lakukan baru-baru ini karena saat ini saya sedang
mengerjakan projek tas rajut. Ada teknik baru yang saya pelajari dalam
mengerjakan projek ini. Ga sabar untuk ngeliat hasilnya kalo udah jadi. Mudah2an
bisa selesai tahun 2014 ini.
Menanam Bunga
"Sudahkan
anda menanam pohon untuk mengurangi emisi dari kendaraan anda?"
Tertohok ga sih kalo
baca kalimat ini? Terus terang saya agak-agak tertohok :D. Biasanya saya senang
menfoto bunga-bunga. Rasa-rasanya senang banget ngelihat pemandangan bunga yang
indah yang ditanam dalam jumlah banyak disatu tempat. Apalagi jika bunga sedang
mekar, indah sekali pemandangannya. Baik untuk dilihat maupun untuk difoto.
Rasa senang melihat bunga ini, ternyata naik level ke tahap menanam tanaman, walopun bukan nanam pohon tapi bunga. Akhirnya. Lebih kurang, karena ada perasaan bersalah mengenai
emisi kendaraan itu. Akhirnya, setelah tujuh tahunan saya menjadi salah
penyebab polusi udara, akhirnya saya menanam juga untuk udara yang lebih bersih
:D :p.
Jadinya, pada suatu
sore, saya meminta adik saya untuk mengajari menanam Bunga Mawar. Alhamdulillah.
Bunganya sedang dalam proses bertumbuh sekarang ini :).
Mencoba resep masakan baru
![]() |
| Pizza Tempe :p |
Memang sih, untuk hal
masak-memasak saya rada-rada malas dan ga jago-jago amat. Namun, kalo kumat
rajin, keinginan untuk mencoba resep-resep masakan baru ada laa dalam diri saya
:p. walopun harus tau diri juga, kalo orang rumah terkadang sering mengkritisi
kualitas masakan yang saya buat. Dari postingan-yang lalu dapat dilihat bahwa
saya mencoba untuk membuat pizza dan lasagna. Masih belum terlalu pas
masakannya. Namun lumayan kalo dirumah laku-laku aja masakan saaya.
Alhamdulillah :).
Nah, apa hal baru yang kamu lakukan sekarang ini?
Saturday, January 25, 2014
Seminar Inspiratif – Konsistensi Syariat Islam di Aceh pada Era Globalisasi
Seminar inspiratif ini diadakan oleh
BEM FISIP Unsyiah, pada Sabtu 25 Januari 2014 di Amel Convention Hall. Ngebet
banget ikutin seminar ini karena pengen jumpa menimba ilmu dari ustadz
Felix Y. Siauw :”>. Pertama masuk ke gedung Amel, saya udah dibuat
tersenyum-senyum sendiri oleh banyaknya peserta yang begitu antusias untuk
menghadiri seminar ini. Peserta yang hadir bukan dari kalangan muda aja, tapi
orang-orang tua juga.
Seminar ini diawali dengan pembacaan
ayat suci al Quran oleh seorang anak kecil, saya ga tau umurnya berapa, tapi
bacaan qurannya bagus sekali. Diikuti kata-kata sambutan oleh pihak terkait,
seperti Ketua Panitia, Rektor Unsyiah, dll. Kemudian diikuti oleh penampilan
nasyid Lamda.
Ternyata, ada dua pemateri yang diundang
di acara ini. Materi pertama adalah The Spirit of Aceh
oleh Sayf Muhammad Isa. Terus terang saya baru tau beliau dan ternyata beliau
adalah seorang penulis dwilogi Novel Perang Sabil. Novel beliau ini
terinspirasi dari Hikayat Prang Sabi. Beliau ini bukan orang Aceh lho, dan baru
sekali ini menginjakkan kaki ke Aceh, tapi udah nulis novel tentang sejarah
Aceh. Wow. Selama seminar ini
peserta diajak untuk mengingat kembali tentang Cut Nyak Dien, Keumala Hayati, Pocut
Meurah Intan, yang memiliki satu spirit untuk berjuang melawan Belanda yaitu
Islam.
Kemudian materi kedua yaitu Konsistensi Syariat Islam di Aceh pada Era Globalisasi
oleh Ust Felix. Sebelumnya, ketika ustad mulai masuk ke gedung, peserta akhwat
kebanyakan berdiri dan mulai foto2..ampunn. Ust Felix membuka materi dengan
mengingatkan dua nikmat yang sering dilupakan yaitu nikmat sehat dan waktu
luang. Bersyukurlah jika kita sibuk dengan kebaikan. Karena jika tidak sibuk
dengan hal baik, maka akan sibuk dengan
keburukan.
Hadeuh, ust ini ngomongnya cepet banget. Banyak hal yang
dibicarakan beliau terkait sejarah Islam: Islam berhasil menguasai 2/3 wilayah
dunia. Banyak ilmuwan-ilmuwan dari kalangan Muslim. Bahkan orang-orang barat
mengirimkan putra-putrinya untuk sekolah di Arab. Pokoe, jika menyebut nama
Islam, yang terpikir dalam lintasan orang-orang adalah KEREN. Tapi itu DULU.
Sekarang? Kalo disebut kata Islam, orang mikirnya apa? Kenyataan pahit yang
harus diterima sekarang bahwa kebanyakan Negara Muslim masuk ke Negara dunia
ketiga. Mengapa? Apa yang salah? Mengapa keadaan yang sekarang bisa berbeda
dengan keadaan di masa lalu. Pasti ada hal yang telah dilakukan para Muslim di
masa lalu namun tidak dilakukan oleh Muslim di masa kini. Menurut beliau, agar
bisa mengulang sejarah kejayaan Islam harus terwujud Tiga Pilar Islam: Individu yang bertaqwa, Masyarakat yang
peduli, dan Negara yang menerapkan syariat. Dua hal pertama, insha Allah ada di
lingkungan kita. Namun, poin ketiga yang belum terealisasi.
Sunday, January 5, 2014
First International Young Moslem Conference
Selasa, 31 Desember 2013 yang lalu, Aceh Youth English
Forum (AYEF) mengadakan konferensi international pemuda muslim yang pertama.
Acara ini mengundang empat orang pembicara, yaitu Tsuraiya IT, Bachtiar Ali,
Zifirdaus Adnan dan Mujiburrizal. Kempat pembicara ini membicarakan topik yang
berbeda.
Pembicara pertama, Ibu Tsuraiya, berbicara mengenai
pendidikan. Beliau juga memberikan informasi terkait beasiswa. Hal menarik yang
saya ingat bahwa beliau mengingatkan agar hendaknya semangat untuk sekolah di
luar negeri harus diawali dengan akademik yang bagus, penguasaan bahasa inggris
dan moral. Poin terakhir ini menarik. Moral menjadi penting karena jika ada
kesempatan memperoleh beasiswa, maka nama Indonesia yang akan kita bawa. Disamping
itu menurut saya, bagi yang pernah
mengecap pendidikan di luar negeri, moral ini juga penting. Jangan sampe pas
udah pulang dari sekolah luar negeri malah membanding-bandingkan dan
ujung-ujungnya menjelekkan negara sendiri, tanpa memberikan solusi yang berarti
bagi perubahan yang lebih baik di negeri ini.
Pembicara kedua, Bapak Bachtiar Ali, berbicara tentang
pentingnya belajar bahasa. Beliau adalah alumni Jerman dengan predikat summa
cumlaude. Keren ya. Beliau mengatakan bahwa belajar bahasa itu penting. Dari pengalaman
beliau pribadi bahwa dengan bahasa anak-anak kandung beliau bisa mengecap pendidikan
di luar negeri. Pengalaman beliau sendiri pun demikian. Hal yang saya catat,
bahwa cara beliau menguasai bahasa jerman adalah dengan tidak bergabung dengan
teman-teman satu Negara. Tujuannya agar beliau lebih focus belajar bahasa
jerman, dan tentu saja belajarnya adalah dengan berlajar sungguh. Ketika bahasa
jerman beliau sudah mulai bagus, baru mulai bergabung dengan teman-teman satu Negara.
Seperti itu. Kemudian, mempertahankan bahasa yang telah dikuasai juga merupakan
hal yang berat. Disini, beliau membagi rahasia yang biasa beliau lakukan agar
bahasa jerman beliau tetap bagus. Yaitu dengan rutin menonton program bahasa
jerman.
Pembicara ketiga, Bapak Zifirdaus Adnan, mempresentasikan
tentang Khaira Ummah. Beliau mengawali dengan mengingatkan lagi tentang QS
3:110. Beliau menanyakan apakah kita sudah sepenuhnya merealisasikan status
yang diberikan Allah? Prestasi apa yang telah dicapai oleh umat Islam dunia? Di
bidang IT? Sospol? Ekonomi? Apakah sudah mewujudkan Khaira Ummah? Silakan dijawab
sendiri. Beliau juga mengingatkan untuk banyak baca buku. Yang bukan hanya
sekedar baca. Tapi harus fokus bacaanya sesuai dengan minat atau bidang
keahlian. Kemudian, beliau juga memberi saran untuk terbiasa mengkritik ilmu,
mengolah dann menciptakan sesuatu yang baru.
Pembicara keempat, Bapak Mujiburrizal, mempresentasikan
tentang Wisata Islami. Ada tren sekarang untuk mempromosikan tren wisata
syariah, tidak hanya dalam negeri tapi juga di luar negeri udah ada. Lebih
dikenal dengan istilah Halal Friendly Travel. Alhamdulillah banget jika udah
program kayak gini. Kalo mau travel, ada berbagai kemudahan yang didapat. Terutama
kaitan dengan makanan, ga perlu khawatir lagi tentang makanan yang bakal di makan
halal atau tidak.
Tuesday, December 31, 2013
Seminar Parenting Nasional, Menumbuhkan Segenggam Iman Anak Kita
Sabtu, 28 desember 2013 yang lalu, saya berkesempatan untuk datang pada acara seminar parenting nasional. Seminar ini menghadirkan penulis buku best seller ust. M. Fauzil Adhim. Wah, rasanya gimanaa gitu bisa jumpa dengan penulis buku yang saya kagumi karena keluasan ilmunya yang tertuang dalam tulisan-tulisan yang berbobot juga insha Allah. Yang pasti senang karena bisa menimba ilmu secara langsung kepada beliau. Pada tulisan ini, saya ingin men-share sedikit ilmu yang saya dapat dari seminar ini.
Pada awal seminar ustad bertanya, “Jika kita ingin
membangun gedung yang sangat tinggi, apa yang perlu diperhatikan?”, ada peserta
yang menjawab pondasi. Yup, ternyata pondasi merupakan hal yang sangat krusial
dalam membangun suatu gedung. Jadi, sibuk dengan akseroris atau eksterior
adalah hal yang kurang tepat. Begitu halnya dengan anak, bangun pondasi mental yang
kuat pada anak, jangan rapuh. Seperti halnya mengajak anak untuk melakukan
shalat atau menggunakan jilbab atau menghafal al Quran, bangun pondasi
pemahaman yang kuat mengenai shalat atau jilbab atau al Quran. Jangan hanya
menyuruh saja. Karena bagaimana anak mau berpayah-payah melakukan sesuatu jika
belum diberi keyakinan.
Sebagai tambahan, memperhatikan umur anak ketika mengajak
mereka untuk melakukan perintah agama juga sangat penting. Dalam al Quran
dijelaskan bahwa ketika umur 10 tahun sudah harus melakukan salat, jika tidak
mau ada konsekuensinya. Nah, disini, usia 7 tahun bagi anak udah bisa dilatih
untuk menunaikan salat. Agar kebiasaannya terbentuk. Sehingga ketika umur 10
tahun, sang anak diharapkan telah mempunyai kebiasaan dan kesadaran untuk
mendirikan salat.
Saat ini, sekolah-sekolah agama kita lihat anak-anak
diajak untuk mendirikan salat, menghafal quran, dll. Sungguh ini merupakan
program yang bagus. Namun ada bagusnya jika program-program seperti ini
disertai dengan penanaman pemahaman yang kuat terhadap anak. Sehingga berbagai
macam kegiatan yang dijalani oleh anak disekolah tidak sekedar menjadi rutinitas
dan beban bagi mereka. Konsep ini penting. Kenapa? Disini, ustad mengajukan
pertanyaan lagi, “Apakah orang yang tau banyak tentang agama itu semuanya
beriman?” jawabannya, belum tentu. Kita belajar dari sejarah Aceh sendiri,
seorang Snouck Hongraje. Dia tau banyak tentang agama, namun visinya adalah
untuk menjatuhkan Rakyat Aceh. Contoh lain, koleksi buku-buku Islam yang
terbanyak di Indonesia itu ada dimana? Apakah di perpustakaan-perpustakaan
Universitas Islam? Ternyata tidak. Menurut info dari ustadz, justru koleksi
buku islam terbanyak di Indonesia itu ada di Gereja. Ustad ada sebutin nama
lokasinya tapi saya ga ingat lagi. Untuk apa nonmuslim mengkoleksi buku-buku
itu? Untuk mereka pelajari sehingga dapat mencari kelemahannya.
Nah, korelasinya seperti apa ya? Pengetahuan
itu beda dengan yakin. Sekedar memiliki pengetahuan agama yang
banyak tidak akan mengubah apapun. Karena tidak tertanam dalam hati. Maka kokohkanlah
keyakinan dan kuatkan tujuan agar apa yang dipelajari itu mudah untuk diamalkan.
Ada riset yang mengatakan bahwa sebaiknya tidak
mengatakan kata ‘jangan’ kepada anak-anak. Sebaiknya mengganti kata ‘jangan’
dengan kata positif. Seolah-olah menggunakan kata jangan adalah sesuatu yang
tidak baik. Padahal jika kita kaitkan hasil riset ini dengan yang terdapat
dalam al-Quran, maka ada kontradiksi. Dalam QS Al Luqman, yaitu surat yang sering
dikaitkan dengan cara mendidik anak, maka kalimat yang dinyatakan adalah “Ya
Bunayya, Laa…” yang menunjukkan suatu
kalimat larangan. Pun, kunci masuk surga adalah Laailaahaillallah. Ada kata Laa
disitu. Dalam sebuah buku tentang manajemen kelas yang baik, dikatakan bahwa
hendaknya dalam kelas itu ada aturan dan batasan, ada aturan dan prosedur, ada
perintah dan larangan. Jadi, bantulah anak-anak untuk bersikap seperti yang
kita harapkan dengan aturan yang jelas. Sekali lagi, dengan aturan yang jelas.
Kemudian, ustad juga menyebutkan tentang anjuran untuk sukses.
Misalnya pada seminar atau pelatihan-pelatihan yang menggunakan kata motivasi seperti
Let’s get success yang kemudian diikuti dengan jawaban Yes, Bisa!. Yang ustadz
ingatkan disini bahwa, anjuran untuk sukses itu sejak dulu sudah ada. Hal ini
terdapat pada lafazh azan, “hayya ‘alasshalah” (mari meraih kemenangan) yang
kita ketahui bersama bahwa jawabannya adalah “laa haula wala quwwatailla billah”
(tiada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan Allah).
Pada akhirnya, lebih kurang ini hasil dari mengikuti
seminar parenting nasional menumbuhkan segenggam iman anak kita. Panjang juga
ya tulisan nya, semacam ahli kalipun saya dalam bidang parenting, padahal
berkeluargapun belum. Doakan ya pembaca, saya segera berkeluarga. Ups,
curcol :D
Sunday, December 22, 2013
Homemade Lasagna
Tau tentang makanan ini pas makan di salah satu tempat yang jual masakan Italia. Rencana awal mau makan spageti tapi karena saat itu sausnya habis jadi si mbak tawarin lasagna. dari situ tau tentang lasagna dan setelah di coba,, hmm..ternyata masakan ini enak yaa. dan saya tertarik untuk nyoba masak.
Setelah searching2 ternyata masak lasagna ga terlalu rumit. Hm, ga terlalu rumit karena lasagna sheetnya beli jadi, kalo harus buat sendiri baru rumit :D. cara masaknya mirip juga dengan pizza. Jadi gampang lah pas nyoba masaknya.
Ini lasagna perdana yang sayang buat, belum terlalu pas juga sih buatnya, karena stok saus bolognese nya sedikit dan saat itu bahan untuk buat saus kejunya ada yang kurang. lebih kurang ini dia lasagna episode satu :). Oya, salah satu resep bisa dilihat disini
![]() |
| homemade lasagna |
Homemade Pizza
![]() |
Suatu hari, saya melihat seorang teman mengupdate hasil masakan pizza nya. Melihat hal itu, saya jadi termotivasi untuk belajar memasak pizza yang benar. Sebelumnya saya pernah coba memasak pizza mie, dimana adonan pizza nya terbuat dari indomie. Tapi, karena melihat teman saya masak pizza dimana adonan dan saus pizza nya dia buat sendiri, jadi semangat untuk mencoba.
Setelah meminta resep pizza dari teman saya dan searching2 juga, serta beli-beli bahan yang diperlukan, akhirnya saya coba untuk belajar memasaknya, dan hasilnya ga terlalu buruklah untuk pemula seperti saya :)
![]() |
| pizza ala rumahan |
Adapun cara memasak pizza tidak saya tulis di sini, mending belajar langsung sama yang lebih ahli, seperti di link ini.
Sunday, December 15, 2013
Sunday, December 1, 2013
Berdoa di Sosmed?
Dalam
sebuah percakapan, seorang teman berkomentar tentang orang-orang yang berdoa di
sosial media. “Berdoa koq di sosmed?, Allah kan ga punya akun sosmed, jadi maklumlah
kalo doanya ga sampe.”
Seperti
biasa, kalo udah selesai chit-chat sama teman2, saya kadang memikir ulang pembicaraan
kami. Menurut saia pribadi, hal yang dikhawatirkan ketika menulis status doa
atau apalah di sosmed, niatnya bisa jadi ga terhitung sebagai doa. Tapi ya cuma
sebatas status. Feel yang didapat ketika menulis status di sosmed dengan bener2
berdoa setelah salat atau di waktu mustajabah lainnya “mungkin” berbeda.
Menurut saia lagi, ini bukan masalah Dia tidak punya akun sosmed atau tidak,
karena tentu Allah tau dengan teliti apa-apa yang kita kerjakan. Cuma
yaa..tentu saja Allah ga merasa kita berdoa atau meminta kepadaNya. Mungkin
seperti itu…
Berdoa merupakan hal yang dianjurkan. Berdoa juga
mempunyai waktu-waktu yang memungkinkan tercapai ketermakbulannya. Didalam
al-Quran terdapat beberapa doa yang dapat dijadikan panutan. Di blog ini,
kalian akan mendapati beberapa doa dalam al-Quran yang telah saya visualisasikan
dalam bentuk grafis. Maksud dari postingan-postingan doa ini, tentu saja bukan
untuk mengajak pembaca untuk berdoa di blog saya. Bukan itu. Tetapi lebih untuk
memudahkan dalam menghafal doa-doa tersebut. Maka, setelah doanya bisa dihafal,
berdoalah diwaktu-waktu yang dianjurkan. Itu saja.
Monday, November 25, 2013
Subscribe to:
Comments (Atom)
The 3rd Trimester: Doa-Doa untuk Meminta Keturunan yang Baik
Ini beberapa doa yang sering saya panjatkan ketika hamil. “rabbi innii nazartu laka maa fii batni muharraran fataqabbal minni, inn...
-
Ini beberapa doa yang sering saya panjatkan ketika hamil. “rabbi innii nazartu laka maa fii batni muharraran fataqabbal minni, inn...
-
Saya senang merajut dan senang untuk mencoba beberapa tipe stitches. Pada projek rajut ini, saya mencoba membuat sebuah kotak pensil denga...

















