Tuesday, February 9, 2016

The 2rd Trimester: Cari Info Tempat Lahiran

Week 29. Janinnya sekarang makin berat, tidur terlentang udah mulai susah. Harus biasain tidur samping kanan atau kiri, karena lebih dianjurkan seperti itu. Porsi makan udah banyak walopun sebenarnya yang baik itu tetap makan sedikit tapi sering :D. udah mulai buat daftar belanja untuk ibu dan bayi. Udah mulai sering tanya2 proses lahiran teman-teman atau tetangga. 

Minggu ini juga jadwal konsul ke dokter, tapi rupanya si dokter gi prajab di luar kota. Alhasil, supaya ga rugi karena dah keluar rumah. Saya kontrol ke bidan. Untuk pertama kali. Rencana insya Allah saya mau melahirkan di Klinik Seulanga. Jadi kesempatan ini saya pake untuk kontrol ke bidan di klinik itu. Alhamdulillah, bidan bilang kondisi janin dan ibu baik. Pada kesempatan ini juga sekaligus saya nanya-nanya prosedur jika ingin melahirkan di tempat tersebut. beberapa info yang saya dapat:

Jika persalinan normal
Dengan bidan saja, biaya 1,7-2,5jt
Jika ada kasus perlu panggil dokter, biaya 3jt ke atas
Biaya menginap per malam 400k

Jika persalinan sesar
Operasi dilakukan di RS dan perawatan di klinik seulanga, biaya mulai dari 10-12jt

Selain itu, ada perlengkapan yang perlu dipersiapkan
Keperluan ibu
Sarung pendek dan panjang
Baju yang bisa untuk menyusui
Pembalut maternity
Gurita ibu

Keperluan bayi
Popok 5 lembar
Bedong 10 lembar
Baju 5 lembar
Sarung tangan dan kaki 3 set
Perlengkapan mandi: handuk, sabun, sampo, minyak telon

Beberapa info tambahan dari tetangga: Tisu basah, Handuk kecil, dan Topi sebaiknya disiapin. Selain itu beberapa dokumen seperti fotocopy ktp ayah/ibu 4 lembar, fotocopy KK 4 lembar juga perlu disiapin.

The 2rd Trimester: Week 24

Konsul ke 2nd obgyn. Kata beliau, plasenta masi dibawah. Belom naik ke atas. Jadi ga boleh ada terlalu banyak guncangan. Sebisa mungkin kurangi kegiatan.

Semoga Husnul Khatimah


Hari itu, Jumat 21 Agustus 2015. Ketika saya baru sampai kantor. Cek hp, ternyata suami menelepon dan menanyakan no hp ayah saya dan juga meminta saya untuk segera pulang ke rumah. Mengetahui pesan suami seperti itu, perasaan langsung ga enak, teringat ayah mertua yang sedang di rumah sakit. Beliau kemarin sore baru masuk rumah sakit lagi setelah sekian kali bolak balik masuk rumah sakit sejak akhir ramadhan lalu.
Saya segera pulang ke rumah, dan tau dari ayah bahwa ayah mertua saya sudah tiada. Innalillahi wainnailaihi raji’un. Sesungguhnya manusia adalah milik Allah dan akan kembali kepadaNya. Moga beliau husnul khatimah, aamiin yra.

Friday, July 31, 2015

The 2nd Trimester: Ketika Harus Bed Rest




Maka selalu ada pesan tersembunyi yang mengoyak batin di tiap hal yang pada zahirnya dipandang manusia sebagai kejayaan (Salim A. Fillah, Lapis-Lapis Keberkahan, hal 480)



24.07.15

Libur lebaran usai, dan saya mulai beraktivitas lagi diluar rumah, mulai bawa kendaraan sendiri lagi. Hari pertama aktif kantor, rupanya tidak benar2 aktif. Kesempatan ini lebih kami gunakan untuk silaturrahim karena memang belum berkesempatan berlebaran ke rumah teman-teman kantor. Ga lama di kantor, saya memutuskan untuk berlebaran ke rumah teman dekat, yang lagi-lagi belum berkesempatan untuk lebaran ke sana :D. Sore rencana konsul ke dokter, karena udah lewat dari jadwal balik yang sebutkan. Tapi sayank sekali, suami ga bisa temani karena harus jaga di RS. Pergi sendiri ga dikasi, ya sudahlah.



25.07.15

Ada saudara datang berlebaran ke rumah. Karena panik ga pakai jilbab, saya lari ke kamar untuk menutup aurat. Saat lari, saya bener2 lupa kalo lagi hamil :|. Setelah itu, perlu keluar rumah untuk urusan transfer2an karena ada barang yang saya beli online. Selesai urusan makan siang bareng adik di luar. Saat parkir motor, tidak sengaja motornya oleng karena cagaknya tidak pas. Reflek badan saya nahan motor supaya ga jatuh. Setelah itu istirahat di rumah. Sorenya, ada teman dekat yang berlebaran ke rumah. Malamnya, keluar bareng suami dan sampe rumah agak larut.





26.07.15

Pagi-pagi pergi ke pasar untuk belanja sayur dll. Selesai belanja, terpikir untuk silaturrahim dan easy going aja, kami datang ‘berlebaran’ ke rumah temannya suami. Sekitar pukul 08.00 pagi sampe rumah, dan mendapati diri saya bleeding. Syok banget karena sebelumnya ga pernah kejadian seperti ini. Ternyata badan saya ga sekuat yang saya kira. Kasi tau suami dan mamak, dan saya memutuskan untuk segera bed rest. SMS dokter, dan beliau juga menyarankan segera bed rest. Jika darahnya berhenti mengalir, besok USG. Jika mengalir terus, harus segera ke IGD. Alhamdulillah, setelah zuhur udah ga bleeding lagi. Bed rest tetap lanjut.



27.07.15

Konsul ke dokter pada 17w, dan segera di USG. Dokter jelasin panjang lebar mengenai kemungkinan penyebab bleeding. Pada intinya beliau menganjurkan saya untuk tidak terlalu banyak kegiatan. Beliau juga mau tidak mau memberi saya obat penguat, Utrogestan, untuk menghindari terjadinya kemungkinan terburuk. Dan saya, mau ga mau harus minum obat itu :(. Dan beginilah kondisinya sekarang, saya harus bed rest sampai waktu yang belum dapat saya tentukan.



28.07.15

“Maka selalu ada pesan tersembunyi yang mengoyak batin di tiap hal yang pada zahirnya dipandang manusia sebagai kejayaan” (Salim A Fillah, 2014). Menggunakan logika terbalik dari penyataan Salim, bahwa ada hikmah dibalik hal yang dianggap manusia kurang menyenangkan dalam kehidupannya. Pun dalam hal ini, saya mencoba mengambil hikmah. Ada hal yang harus saya perbaiki dalam diri saya. Yaitu kesadaran untuk memperbaiki diri dan lebih serius memperhatikan kehamilan ini. Sebagai bentuk syukur atas karunia yang Allah beri.

Happy Eid


Mumpung masi suasana lebaran, sekalian mau ucapin Selamat Idul Fitri 1426 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin. Niatnya lebaran ini kami, saya dan suami, bersilaturrahim ke rumah sanak saudara kedua keluarga besar. Namun ternyata kurang berjalan lancar karena alasan kesehatan. Baik salah satu anggota keluarga suami yang masuk ke RS sehingga kami berlebaran di RS, maupun suami dan saya yang kurang sehat. Mudah-mudahan ada rezeki untuk silaturrahim ke rumah keluarga yang belum dikunjungi pada lebaran idul adha. Insya Allah kalo ada umur.

Wednesday, July 8, 2015

Doa Mensyukuri Nikmat

image



رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ
 
عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ 


وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِين

"Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.
(An-Naml 19)

The 3rd Trimester: Doa-Doa untuk Meminta Keturunan yang Baik

Ini beberapa doa yang sering saya panjatkan ketika hamil. “rabbi innii nazartu laka maa fii batni muharraran fataqabbal minni, inn...