Jarak pernikahan dan pesta lebih kurang 3 bulan karena kami harus
mempersiapkan beberapa hal. Karena keadaan kedua keluarga besar kami tidak
memungkinkan untuk menyelenggarakan dua kali acara, maka kami memutuskan untuk
tidak terlalu ikut adat. Jadi, kami hanya mengadakan pesta sekali dengan
mengundang tamu sekalian dari kedua keluarga besar. Setelah diskusi dan proses pengurusan sana
sini, akhirnya kami menetapkan bahwa kami menyelenggarakan acara di BKOW pada
Ahad, 15 Maret 2015. Pelaminan dan Make Up di Yenny Shalia, Catering di Banda
Rifi dan Souvenir Pernikahan berupa bros rajut dan pembatas buku.
Sunday, March 15, 2015
Monday, January 12, 2015
Pernikahan #4
Telah Menikah
Alhamdulillah
Alhamdulillah, saya telah menikah di penghujung Desember tahun
lalu, bertempat di Masjid Oman, Lamprit. Alhamdulillah, acara pernikahan kami
berlangsung lancar dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Alhamdulillah, para
undangan dimudahkan langkah oleh Allah untuk hadir. Walaupun ga bisa terundang
semuanya, karena satu dan lain hal. Alhamdulillah, acara berlangsung khidmat
dan lancar. Alhamdulillah juga, dengan sekali ucap ijab qabul, kami sudah sah
menjadi pasangan suami istri. Semoga pernikahan ini berkah, aamiin yra.
Friday, November 28, 2014
He’s Here~!
Sebenarnya ini cerita lama. Bermula dari
pertemuan tidak sengaja di Bandara Narita. Saya yang baru sampai ke Jepang,
kebingungan karena belum bertemu teman yang janji akan menjemput saya di
bandara. Ditengah kebingungan itu, saya berniat mencari telepon umum untuk
menghubungi teman tersebut. Namun, saya tidak tahu telepon umum dimana.
Terpikir saat itu, saya harus bertanya pada orang jepang dimana letak telepon
umum.
Awalnya, saya menyapa seorang pemuda yang
kemudian dengan baik hatinya dia merespon bahwa dia tidak paham Bahasa Inggris.
Kemudian saya bertanya pada seorang bapak paruh baya yang sedang berbicara
dengan orang lain. Pada akhirnya orang lain itu, yang notabene orang jepang,
bertanya “Ada Apa?” kepada saya. Rasanya tidak percaya dengan yang saya
dengar, dia bilang “Ada Apa?”, wah dia bisa Bahasa Indonesia donk. Segera saya menjelaskan keperluan
saya dan tidak pakai lama, dia langsung menunjukkan telepon umum serta
menawarkan kartu teleponnya untuk saya pakai. Pada akhirnya saya bisa bertemu
dengan teman yang menjemput saya. Terharu banget kalo ingat kebaikan beliau. Kami berjumpa tidak lebih dari 30 menit dan
saya pikir perjumpaan dengannya cuma sampai di Bandara Narita saja. Namun
ternyata Allah berkehendak lain.
Tujuh tahun berlalu. Dan cerita itu dimulai
lagi. Ketika, Mei 2014, beliau memberi kabar via e-mail bahwa beliau akan
datang ke Banda Aceh untuk sebuah konferensi internasional. Setelah beberapa
kali berkomunikasi via e-mail, di akhir tahun ini beliau
benar-benar datang ke Banda Aceh. Sungguh tidak menyangka akan bertemu beliau
lagi.
Usut punya usut, ternyata beliau sering sekali datang ke Indonesia
karena mempunyai banyak urusan yang harus dikerjakan di beberapa perguruan
tinggi di Indonesia. Pun, kedatangannnya ke Aceh bukan pertama kali ternyata.
Wajar sekali jika kemampuannya berkomunikasi dalam Bahasa Indonesia bagus
sekali. Dan pada pertemuan yang tidak
terduga inipun, lagi-lagi saya dibuat malu oleh kebaikan beliau.
Sebelum beliau berangkat ke Indonesia, beliau bertanya ingin
oleh-oleh apa dari Jepang? Well, dapat pertanyaan gini aja seperti mendapat
surga dunia aja. Akhirnya setelah mendaftarkan beberapa barang, terpikir oleh
saya untuk meminta Jaket UNIQLO saja, tapi sepertinya kemahalan. Jadinya saya
memutuskan untuk meminta kertas origami dengan motif khas jepang. Karena barang
tersebut tidak bisa didapat di Aceh. Namun, pada akhirnya, saya memutuskan
untuk tidak menyebutkan apa-apa. “Apa saja boleh asal tidak merepotkan”, balas
saya (sok) bijak.
Jika dipikir-pikir, saya hanya orang asing yang tidak terlalu
beliau kenal. Namun ketika berjumpa, saya harus malu ketika menerima oleh-oleh
dari beliau yang menurut saya lumayan ‘wow’. Bagaimanapun, syukur Alhamdulillah
atas rezeki yang tidak terduga dari Allah yang datang melalui beliau.
Kalo sudah seperti ini, teringat peristiwa saat masih s1 dulu. Ada
dosen saya yang mendapat tiket ke luar negeri gratis dari professornya, undangan
untuk nonton piala dunia di negara tempat studinya dulu. Lebih kurang komen
saya saat itu, “iihh enak kali bapak tu ya, dapat tiket ke LN gratis, pengenn”.
Mungkin kejadian ini, lebih kurang mirip dengan rezeki yang didapat dosen saya
tersebut. Rezeki yang tidak terduga dan dari arah yang tidak disangka.
Alhamdulillah.
Tuesday, July 22, 2014
The Meaning of Time
"Sesungguhnya, Allah memiliki
hamba-hamba yang dibebaskan dari neraka ditiap
siang & malam bulan ramadhan, dan sesungguhnya tiap muslim yang
berdoa, maka akan dikabulkan baginya." (HR Al Bazzaar [3142]. Ahmad [2/254] dari
Al A'masy dari Abu Shalih dari Jabir, dan Ibnu Majah [1643] dari jalan lain yang
kesemuanya shahih)
Monday, July 21, 2014
Friday, June 20, 2014
Kapan Menikah
“Bisa jadi
saya bisa menikah karena doa dari teman saya”, kata seorang kakak kepada kami
tiba-tiba. Kemudian lanjutnya, teringat teman saya itu pernah berkata:
“Daripada kita
menanyakan langsung kapan teman kita akan menikah, lebih baik didoakan saja.
Jika yang ditanya, mempunyai kabar gembira tentang hal itu, Alhamdulillah, dan
ketika tanggal itu dekat, Insha Allah kita juga bakal dapat undangan. Namun
bagaimana jika sebaliknya, Jika yang ditanya malah menjadi sedih karena belum
mempunyai jawaban pasti tentang hal itu?, maka lebih baik tidak usah ditanya,
didoakan saja.”
Hmm.. Bisa
jadi saya bisa menikah karena doa dari teman saya itu, kata si kakak sekali
lagi.
“Bisa
jadi”, kata saya menimpali. Teringat bahwa doa-doa rahasia itu. Doa-doa untuk
orang lain tanpa sepengetahuan yang didoakan akan menemukan ketermakbulannya.
Pasti. Seperti halnya juga, ketika kita secara tidak sengaja membuat seseorang
bersedih, hal yang sama akan menimpa kita juga secara tidak sengaja kan? Pasti.
Tuesday, May 27, 2014
Sunday, May 25, 2014
Trip to Central Aceh
Dapat
kesempatan untuk jadi enumerator pada suatu penelitian. Setelah
training dan piloting selama tiga hari, kami peserta training dijadwalkan untuk
melaksanakan survey ke berbagai kabupaten/kota di Propinsi Aceh. Tim saya dijadwalkan ke daerah Aceh Tengah dan Bener Meriah selama empat hari.
Jalan-Jalan
Disela-sela
waktu survey, sempatin juga singgah ke Danau Laut Tawar. Pertama kali melihat
danau ini dari jendela kamar penginapan dan pemandangannya memukau. Ketika
sampai ke danau laut tawar, pemandangannya lebih memukau. Sayank sekali apa yang kita lihat tidak seindah yang terabadikan
di camdig :D. Tapi yang pasti bersyukur banget bisa datang ke danau ini. Pemandangannya
mirip pemandangan di New Zealand, lebih bagus malah *semacam pernah ke NZ aja*,
tapi memang pemandangannya keren banget
![]() |
| pemandangan dari kamar penginapan Wisma Harapan Jaya |
![]() |
| pemandangan Danau Laut Tawar |
Wisata Kuliner
Yang pasti
sempat-sempatin untuk wisata kuliner juga, paling makan mie ajah. Kayak gini.
![]() |
| Mie Arang yang dimasak pake Arang |
![]() |
| Mie Bakso Mitra |
Monday, April 21, 2014
Monday, March 31, 2014
Trip to Sabang
Sabang, sebuah pulau mempesona yang letaknya dekat dengan Banda Aceh.
Long Weekend lalu saya gunakan untuk jalan-jalan ke Sabang. Perjalanan dimulai
pada tanggal 29 Maret 2014 siang, saya dan seorang teman, Ulya, menuju ke
pelabuhan Ulele. Setelah menunaikan shalat jamak taqdim zuhur dan ashar, kami
mulai mengantri tiket. Sesuai jadwal, direncanakan kapal akan tiba pukul 16.00,
namun ternyata kapalnyanya terlambat, yang mengakibatkan kami mulai berangkat
ke Sabang pada pukul 18.00 wib. Alhamdulillah perjalanan lancar, lautan begitu
tenang diiringi pemandangan sunset yang menakjubkan J. Tiba di pelabuhan Sabang, Balohan, pada pukul 20.00. Telah
menanti teman yang lain, Risna, yang menjemput kami dan sekaligus sebagai guide
selama kami di Sabang.
Saya
melihat jam Casio kesayangan, dan waktu menunjukkan pukul 20.47 ketika kami
memulai perjalanan ke Iboih. Saat dalam perjalanan baru saya sadari bahwa medan
yang kami lalui saat menuju ke Iboih itu lumayan berat. Banyak
tikungan-tikungan patah dan jalan yang lumayan menanjak. Ditambah lagi sempat
saya dan Ulya yang ketinggalan rombongan teman-teman lain saat sedang melalui
hutan gelap gulita itu. Sungguh, saya berharap pengalaman tersebut cukup sekali
saja. JIka ada kesempatan lain, pengennya mulai jalan saat hari masih terang.
Perjalanan tersebut memakan waktu sekitar satu jam karena kami membawa
kendaraan dengan kecepatan sedang.
Sekitar pukul 22.00 kami singgah di sebuah toko untuk membeli minum dan lima
menit kemudian kami sudah sampai di Iboih.
Menapak
kaki di Iboih, Risna segera mengkonfirmasi pemilik penginapan bahwa kami baru
saja tiba. Awalnya kami memesan dua kamar, namun pada akhirnya yang tersedia cuma
satu kamar untuk kami bertujuh. Diambil positifnya saja bahwa kami bisa
menghemat biaya penginapan^^. Erick Green House ini didisain eco-friendly.
Pembangunannya disesuaikan dengan kondisi alam Iboih. Lokasi penginapan ini
sangat strategis, ketika membuka pintu menuju balkon kita disuguhi pemandangan
laut dan pulau rubiah yang sangat indah.
Sunrise di
Iboih
Minggu 30 Maret 2014. Terus terang ga terlalu bisa tidur nyenyak juga
karena kepikiran belum nge-charge hp. Akhirnya tengah malam bela-belain bangun
untuk ngecharge hp dan finally subuh tiba, siap-siap untuk hunting sunrise dari
balkon kamar. Dan beneran aja, pemandangannya bagus banget.
Keliling Pulau Rubiah
Masyarakat dan para turis sudah mulai banyak yang beraktifitas ketika
kami keluar dari penginapan. Sasaran pertama adalah sarapan, dengan Rp.
15.000,-/porsi udah dapat sepiring nasi gurih dan tengah hangat. Selesai sarapan,
segera kami menyewa pelampung dan kacamata renang, dimana harga per item nya
adalah Rp. 15.000,-/item. Segera setelah itu kami menyewa boat kaca untuk
mengelilingi pulau rubiah yang harga sewanya rp. 350.000,-. Kami menyewa boat
kaca agar dapat melihat pemandangan dibawah laut. Sempat terlihat bintang laut
dan beberapa jenis ikan. Selain itu kami juga sempat melihat karang batik.
Istilah yang digunakan oleh penduduk lokal untuk menggambarkan keindahan karang
laut yang mirip dengan motif batik.
Swimming and Snorkeling
Ditengah perjalanan, kami berhenti disuatu dermaga yang terhubung dengan
kafe-kafe. Melewati kafe tersebut kami mulai berjalan kaki dan mencari lokasi
untuk aktifitas berenang dan snorkeling. Ups, benarkah berenang dan snorkeling? Ternyata tidak juga. Karena pada akhirnya
cuma sekedar mandi laut biasa, itupun ada cerita terkena karang pula di kaki
dan pergelangan tangan. Harus diakui, sudah lama sekali saya ga mandi laut. Namun,
karena penasaran juga dengan pelampung dan kacamata renang yang telah kami
sewa, saya mulai belajar renang dan snorkeling juga. Belajar ecek-ecek karena
cepat panik saat udah di tengah lautan.
0 Km
Selesai
aktifitas laut, segera bersiap-siap untuk check out. Oya, biaya penginapan di
Erick Green House untuk kamar yang memakai kipas angin yaitu Rp 400.000,-.
Karena kami patungan berenam, jadinya lebih murah lagiJ. Segera kami belanja dan foto-foto dan menuju km 0. Jarak Iboih
ke Km 0 sekitar 23 km dan medannya kurang lebih sama dengan perjalan dari Kota
Sabang ke Iboih. Sempat-sempatin foto di Km 0 dan makan siang indomie dan teh
dingin dengan Rp. 17.000,- per porsinya. Waktu pulang terlihat banyak turis
asing yang menuju ke tempat ini.
Kota Sabang
Dari 0 km, kami
menuju ke Kota Sabang. Ga terlalu ingat juga berapa lama waktu tempuhnya. Tapi
sekitar 1 jam perjalanan. Sesampai di Kota Sabang kami singgah di Sabang Fair
untuk menikmati pemandangan lautan lepas dengan pulau-pulaunya. Magrib tiba,
kami menuju Mesjid Raya Sabang untuk Shalat Magrib berjamaah. Segera setelah
itu kami menuju Wisma Cempaka untuk meletakkan barang-barang dan keluar lagi
untuk berwisata kuliner. Niat hati ingin makan sate gurita atau mie jalak atau
makanan lain khas Sabang. Namun, ternyata belum rezeki kami untuk menikmati
makanan tersebut. Setelah singgah di beberapa tempat, makanan yang kami
inginkan sudah habis. Akhirnya, kami makan ditempat makan biasa dengan menu
biasa pulaJ. Segera setelah itu juga mulai hunting barang khas sabang.
Wisma Cempaka
31 Maret 2014. Pagi-pagi segera check out dari Wisma Cempaka. Karena ada
beberapa tempat yang ingin dikunjungi sebelum menuju ke Balohan. Oya, Wisma
Cempaka ini termasuk penginapan yang rekomended laa. Kami sewa kamar yang
ber-AC dengan biaya Rp. 180.000,-/malam. Murah bangetkan. Apalagi fasilitas
yang didapat yaitu double bed, kamar mandi dalam kamar, ada TV kabel, dan
lemari. Cukup bagus untuk dijadikan pilihan jika menginap di Kota Sabang. Tapi
sayang sekali saya lupa untuk mengabadikannya di kamera.
Taman Kota
Keluar dari Wisma Cempaka, kami segera menuju taman didepan kantor
walikota sabang. Taman cantik dengan, lagi-lagi, pemandangan laut didepannya.
Sumur Tiga
Singgah di Sumur Tiga, dan begitu terpesona dengan keindahan pasir putih
dan kejernihan lautnya. Insha Allah kalo ada kesempatan ke Sabang lagi, pengen
nginap di daerah dekat Sumur Tiga.
Benteng
Jepang
Tujuan
terakhir yaitu singgah ke Benteng Jepang. Benteng ini terletak didataran
tinggi. Untuk menuju ke sini harus menaiki anak tangga yang banyak. Terasa
banget olahraganya. Dari Benteng ini bisa melihat lautan lepas. Jika hari
cerah, pemandangan lautnya indah sekali, kata seorang teman. Dan deburan
ombaknya bisa mencapai tempat kita berdiri. Ngeri juga ya. Namun, saat kami datang
cuaca tidak terlalu cerah dan laut pun begitu tenang. Sampai-sampai kami bisa
melihat bintang laut dengan jelas.
Balohan
Akhirnya, setelah singgah sana sini, sampai juga ke Balohan dan segera
antri motor ke Kapal. Dan berangkat ke Banda pada pukul 14.00 dan tiba di Banda
Aceh pukul 15.30 dengan kondisi ombak yang agak besar saat dalam perjalanan.
Bagaimanapun, alhamdulillah bisa sampe rumah lagi dengan selamatJ.
Subscribe to:
Comments (Atom)
The 3rd Trimester: Doa-Doa untuk Meminta Keturunan yang Baik
Ini beberapa doa yang sering saya panjatkan ketika hamil. “rabbi innii nazartu laka maa fii batni muharraran fataqabbal minni, inn...
-
Ini beberapa doa yang sering saya panjatkan ketika hamil. “rabbi innii nazartu laka maa fii batni muharraran fataqabbal minni, inn...
-
Saya senang merajut dan senang untuk mencoba beberapa tipe stitches. Pada projek rajut ini, saya mencoba membuat sebuah kotak pensil denga...















